LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Isu SARA dalam Pilkada bisa diantisipasi dengan pengentasan kemiskinan

Isu beraroma SARA dalam Pilkada serentak bisa diantisipasi dengan pengentasan kemiskinan. Sehingga rakyat merasa negara memperhatikan nasib mereka. Selain itu, isu SARA juga bisa diredam dengan penegakan hukum tanpa pandang bulu.

2018-01-28 21:07:00
Pilkada Serentak
Advertisement

Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli mengingatkan, kemiskinan harus dijadikan sebagai masalah bersama. Karena itu, menjadi tugas bersama pula untuk mengatasinya. Itu disampaikan dalam pertemuan kebangsaan bertajuk Mengawal Demokrasi: Menolak Politik SARA, Merawat Kebhinekaan, yang digelar oleh Nation and Character Building Institute( NCBI) di Jakarta, Sabtu (27/1).

Pertemuan ini juga dihadiri Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKPPIP), Yudi Latif sebagai pembicara. Rizal Ramli menuturkan, negara harus berusaha memenuhi kebutuhan dasar masyarakat seperti kebutuhan rumah tangga, kesehatan, dan pendidikan. Dengan pengentasan kemiskinan, rakyat merasa negara memperhatikan nasib mereka dan kecemburuan sosial di tengah masyarakat bisa diredam.

"Jadi, akhiri isu SARA dengan dengan cara ekonomi, dengan cara pengentasan kemiskinan," kata Rizal melalui siaran pers diterima merdeka.com, Minggu (28/1).

Advertisement

Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menambahkan, isu beraroma SARA dalam Pilkada serentak juga bisa diredam dengan penegakan hukum tanpa pandang bulu. Siapa saja yang melanggar hukum, tanpa melihat latar belakangnya, haruslah diproses secara hukum.

"Karena memang begitulah hukum yang adil," katanya.

Yudi Latif juga mengingatkan, kepentingan bersama kebangsaan jangan dikorbankan demi kepentingan politik sesaat. Harus ada pendekatan ke elite-elite politik agar tidak mengorbankan nilai kebersamaan dan keindonesiaan demi tujuan politik.

Advertisement

"Ingat, kehidupan politik itu jangka pendek, jangan mengorbankan kepentingan jangka panjang, " tegas Yudi Latif.

Rakyat harus diajak untuk menghindari upaya memecah belah bangsa dan tidak terseret oleh hoaks. Dia menambahkan bahwa banyak partai politik yang dalam Pilkada DKi berseberangan, kini bersama-sama mengusung calon yang sama di Pilkada daerah lain. Rakyat harus melihat fakta-fakta ini secara cerdas. Membudayakan kecerdasan harus ditanamkan secara dini lewat dunia pendidikan.

Baca juga:
Irjen Anton Charliyan yakin Irjen Iriawan netral jika menjadi Pj Gubernur Jabar
Mendagri tegaskan penunjukan pati Polri jadi Pj gubernur bukan kepentingan politik
Soal jenderal polisi jadi Pj gubernur, PDIP bandingkan dengan era SBY
Verifikasi faktual KPU, SBY tegaskan Demokrat siap hadapi Pilkada dan Pemilu
SBY percaya Jokowi wariskan penyelenggaraan Pemilu dan demokrasi yang baik

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.