Istri Brigadir Nurul desak penembak suaminya ditangkap
Keluarga juga diberi santunan Rp 100 juta.
Lita Wahyuni (26) seolah belum terima dengan kematian Briptu (anumerta) Nurul Affandi yang gugur dalam bertugas. Ia berharap polisi segera menangkap penembak suaminya di Jalan Raya Klapa Nunggal, Cileungsi, Kabupaten Bogor Jawa Barat.
"Segera tangkap pelakunya agar kami tidak penasaran," kata Lita di Mapolda Jabar, Bandung, Jumat (24/1).
Dia masih tidak mengerti mengapa suaminya menjadi sasaran pelaku kejahatan. "Mengapa suami saya harus ditembak, salah apa suami saya," ucapnya lirih.
Dalam kesempatan yang sama, Kepolisian Daerah Jawa Barat memberi santunan pada keluarga sebesar Rp 100 juta sebagai wujud terima kasih atas jasa-jasa Briptu (anumerta) Nurul Afandi. Penyerahan santunan langsung oleh Kapolda Jabar, Irjen Pol Mochamad Iriawan, Lita Wahyuni (26), istri Nurul.
"Santunan ini sebagai wujud kepedulian dari Polri terhadap anggota yakni Brigadir Anumerta Nurul yang sudah berjasa bagi negara. Jumlahnya Rp 100 juta," kata Iriawan.
Selain uang, kata Iriawan, pihaknya juga berjanji menanggung biaya pendidikan Muhamad Zaidan Alfarizi, bayi laki-laki Nurul yang berusia empat bulan.
"Anaknya pun akan diberikan atensi dari kami untuk menyekolahkan (Zaidan). Ini bahkan ada yang mau mengadopsi, tapi keluarga tidak mau," tambahnya.
Selain istri dan anak Nurul, orang tuanya juga hadir di acara pemberian santunan ini.
Baca juga:
Penembak Briptu Ruslan dapat senjata api dari eks anggota TNI
Penembak Briptu Ruslan komplotan pencuri mini market
Penembak Briptu Ruslan ditangkap di Sukabumi
Polisi curigai berandalan bermotor tembak Briptu Nurul di Bogor
Polisi sebar sketsa wajah penembak Briptu Nurul Affandi