LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Istana: Negara tak takut hadapi perampok, kita hadapi Abu Sayyaf

Jokowi sudah memerintahkan Kapolri untuk memimpin pembebasan sandera.

2016-03-29 20:21:57
Sekretaris Kabinet
Advertisement

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan Presiden Joko Widodo telah meminta Kapolri Jenderal Badrodin Haiti untuk mengambil peran dalam upaya membebaskan sepuluh awak kapal tunda asal Indonesia yang disandera kelompok garis keras Abu Sayyaf di Filipina.

Pramono menyatakan Presiden juga meminta Polri untuk melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan TNI.

"Presiden juga berikan pada Kapolri untuk mengambil peran, termasuk koordinasi dengan Kemenlu. Karena diduga pelaku ini di wilayah Sulawesi Utara, berbatasan dengan negara tertentu, dilakukan oleh kelompok yang selama ini memang melakukan perampokan. Polisi sedang lakukan koordinasi, termasuk dengan Kapolda setempat, dibantu dengan TNI," kata Pramono di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (29/3).

Pramono menjelaskan pemerintah Indonesia tak akan takut dengan disanderanya sepuluh WNI tersebut. Dengan artian, pemerintah menyatakan akan menghadapi kelompok Abu Sayyaf guna membebaskan sepuluh awak kapal.

"Yang jelas pemerintah dalam hal ini negara tidak boleh takut terhadap perampok, sehingga kita akan hadapi itu," ujarnya.

Sementara itu, Pramono enggan menanggapi ihwal keinginan kelompok Abu Sayyaf yang meminta uang tebusan sebesar 50 juta Peso atau Rp 15 miliar. Dia kembali menegaskan demi membebaskan sepuluh WNI itu pemerintah akan melawan kelompok Abu Sayyaf.

"Ya apapun, kalau sudah dilakukan perampokan, penyanderaan, minta tebusan, kita lawan. Pemerintah dalam hal ini negara tidak boleh takut terhadap perampok, sehingga kita akan hadapi itu," ujarnya.

Baca juga:
Polri endus lokasi 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf
2 Minggu sebelum disandera, Bayu sempat telepon ayahnya minta restu
Perusahaan dikabarkan menyanggupi permintaan Abu Sayyaf Rp 15 miliar
Disandera kelompok Abu Sayyaf, Bayu dibawa ke sebuah pulau
Lurah di Makassar tak menemukan alamat korban sandera Abu Sayyaf

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.