LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Istana minta Kapolri usut tuntas pembunuhan aktivis di Lumajang

Polisi telah memeriksa 36 orang dan menetapkan 18 tersangka.

2015-09-29 13:54:46
Jakarta
Advertisement

Pihak Istana telah mendengar soal kasus pembantaian sadis dua petani Desa Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, yang menolak adanya penambangan pasir liar di daerahnya. Istana langsung melakukan koordinasi dengan Kapolri untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

"Kita sudah koordinasi dengan Kapolri," kata Kepala Staf Presiden Teten Masduki di Istana, Jakarta, Selasa (29/8).

Pada 26 September kemarin, sekitar 40 orang pro penambangan pasir menjemput paksa dan menganiaya warga Desa Selok Awar-Awar, Tosan di rumahnya. Usai menganiaya Tosan, gerombolan ini kemudian mendatangi rumah Salim Kancil, yang berada sekitar dua kilometer dari balai desa setempat.

Tubuh Salim diikat dan diseret menuju balai desa dengan disaksikan warga setempat. Di balai desa, Salim disiksa dan disetrum dengan listrik hingga tewas.

Kasus pembantaian ini disaksikan warga desa dan petinggi desa setempat. Polda Jawa Timur saat ini menetapkan 18 tersangka dalam kasus pembantai sadis dua petani Desa Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, yang menolak adanya penambangan pasir liar di daerahnya itu.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol R Prabowo Argo Yuwono mengaku pihaknya tidak akan menutup mata atas kasus ini, termasuk akan menindak tegas polisi yang diketahui menjadi backing, atau terlibat langsung pembantaian atas diri Salim Kancil dan penganiayaan terhadap Tosan, yang hingga hari ini masih dirawat di rumah sakit.

"Sudah ada 36 orang yang tengah kita periksa dan ada 18 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dan hingga saat ini, kita masih melakukan pemeriksaan secara maraton," kata Argo di Mapolda Jawa Timur, Senin (28/9).

Baca juga:
Konflik tambang liar Lumajang bisa merembet ke Jawa Barat
Kapolri diminta usut tuntas kasus pembantaian sadis Salim Kancil
Aktivis Salim Kancil dibunuh seperti korban tragedi 1965
Ini kronologi sadisnya penyiksaan dan pembunuhan aktivis di Lumajang
Alasan Salim & Tosan tolak penambangan pasir hingga akhirnya dibunuh

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.