Konflik tambang liar Lumajang bisa merembet ke Jawa Barat
Merdeka.com - Pelaksana harian (Plh) Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menilai, potensi konflik sosial akibat adanya penambangan ilegal yang terjadi di wilayahnya pasti ada. Pihaknya mengaku sudah menghubungi Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Hadi Prasojo untuk memastikan bahwa tidak ada beking terhadap pelaku penambang ilegal.
Rasa cemas dari pria yang akrab disapa Demiz itu muncul, setelah melihat konflik sosial yang terjadi di Desa Selok, Awar-Awar, Kecamatan Pasiran, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Aktivis yang lantang menyuarakan penambangan ilegal, Salim Kancil tewas dibantai. Adapun rekannya Tosan luka parah.
"Jadi potensi di Jabar ada. Saya sudah bilang ke Kodam ke Panglima (Hadi Prasojo). Takutnya ada aparat penegak hukum TNI terlibat. Sekarang yang penting mereka sudah komitmen kok (Pangdam Siliwangi)," kata Demiz di Bandung, Selasa (29/9).
Dia berharap, dampak sosial dari praktik penambang ilegal di Jabar jangan sampai terjadi. Meski demikian, pelaku penambang ilegal di Jabar masih saja ada.
"Jangan sampai terjadi di Jabar. Di Jabar banyak pelanggaran penambangan, baik yang liar atau resmi tapi merusak. Kan ada yang legal tapi merusak lingkungan. Saya kira konflik seperti itu ada potensi di Jawa Barat," jelasnya. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya