Istana belum ada respons demo 9 perempuan yang cor kaki
Sembilan perempuan tersebut akan kembali ke depan Istana Negara, hari ini buat melanjutkan aksi protesnya.
Sembilan perempuan yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) melakukan aksi protes dengan mengecor kaki mereka dengan semen. Aksi ekstrem ini dilakukan untuk menolak pembangunan pabrik semen di lahan pertanian mereka yang ada di Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah.
Aksi ini sebelumnya dilakukan di depan Istana Negara pada Selasa (12/4) kemarin. Saat ini mereka menginap di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.
Selain LBH Jakarta, Komnas Perempuan dan KontraS juga akan terus mengawal proses hukum penolakan pendirian pabrik semen tersebut.
"Kami akan bantu peninjauan kembali, mengenai kasus pembatalan pabrik semen. Bantuan selama di Jakarta kebanyakan datang dari berbagai macam pihak baik LSM maupun masyarakat umum," kata salah seorang pengacara publik LBH, Yunita di Kantor LBH Jakarta, Rabu Rabu (13/4).
Menurutnya, sembilan perempuan tersebut akan kembali ke depan Istana Negara, hari ini buat melanjutkan aksi protesnya. Mereka berniat bertemu dengan Presiden Jokowi.
Sebab, dalam aksi kemarin, tak ada pihak Istana yang mau menerima mereka.
"Aksi kemarin sempat datang tapi belum ada respons (dari Istana). Makanya hari ini dilakukan aksi lanjutan," jelasnya.
Laporan: Firdamsyah Ramadhan
Baca juga:
Warga Rembang protes pendirian pabrik semen sejak 2014
Sembilan wanita merasakan ngilu saat kakinya dicor
Cerita Sukinah diintimidasi karena tolak pabrik semen di desanya
Demo hari kedua tolak pabrik semen, kotak kayu 9 Kartini dicor ulang
Istana minta demo sembilan wanita yang cor kaki berhenti
'Tahu-tahu izin pabrik semen di Rembang sudah keluar'