'Tahu-tahu izin pabrik semen di Rembang sudah keluar'
Merdeka.com - Sukinah (40), satu dari 9 'Kartini Gunung Kendeng', Jawa Tengah, menyesalkan sikap Pemerintah Kabupaten Rembang yang diduga lebih memihak pada perusahaan semen ketimbang warganya. Hal ini ditunjukkan dari keluarnya Izin Usaha Pertambangan (IUP) semen di daerahnya.
"Kalau itu tahu-tahu izinnya sudah keluar, yang di Rembang sendiri itu. Di tanah itu ada IUP, baru sedikit yang dijual," kata Sukinah di LBH Jakarta, Rabu (13/4).
Selain itu, katanya, di Desa Tegal Dowo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang saat ini marak makelar tanah yang mulai membujuk warga agar mau menjual lahan ladang dan pertanian miliknya. Beberapa lahan juga sudah dibebaskan untuk pembangunan pabrik semen.
"Lahan milik warga, ada transaksi ada, sama makelar," terang Sukinah.
Selain pemerintah daerah setempat, hal yang disayangkan adalah gugatan terhadap PT Semen Indonesia oleh warga di PTUN Semarang diklaim kedaluwarsa. Dia pun heran mengapa gugatan warga dianulir. Padahal pengadilan telah menggelar 19 kali sidang atas perkara ini.
"Kalau Rembang sudah gugat, sudah 19 sidang putusan malah katanya Kedaluwarsa di PTUN Semarang. Tapi kalau aku sendiri, logikanya kalau kedaluwarsa kenapa enggak dari dulu. Sudah 19 kali sidang kok malah kedaluwarsa," ucapnya.
Sukinah juga bercerita berbagai rayuan terhadap warga pun saat ini gencar dilakukan, meskipun dinilai tak sebanding. Menurut Sukinah, perusahaan semen yang akan mencaplok lahan warga itu hanya memberikan sejumlah sembako saja.
"Semen dikasih Sarimi 10, terus sama sembako yang mau melepaskan lahannya," cerita Sukinah.
Sebelumnya, aksi sembilan 'Kartini Gunung Kendeng', Jawa Tengah yang menolak pembangunan pabrik semen di kampungnya akan kembali digelar di Istana Negara, Jakarta. Sekitar pukul 13.00 WIB mereka terlihat berangkat dengan menggunakan mobil bak dibantu oleh pihak Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.
Aksi lanjutan ini digelar karena aksi yang pertama kemarin di lokasi yang sama, belum mendapat tanggapan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam aksi ini ada sekitar 12 orang yang turut serta. Adapun 9 orang yang kakinya dicor dan 3 lainnya membantu segala aktivitas mereka. Mereka berasal dari Purwodadi, Pati, dan Rembang.
Kesembilan perempuan itu adalah Supini, Surani, Rieb Ambarwati, Deni, Ngadinah, Sukinah, Karsupi, Murtini dan Surani.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya