Irenius merasa tertipu dan dikorbankan Dewie Yasin Limpo
Irenius menegaskan bahwa dirinya berniat untuk menerangkan Kabupaten Deyai.
Kepala Dinas ESDM Kabupaten Deyai Irenius Adii tidak merasa bersalah karena telah menyuap anggota DPR RI komisi VII Dewie Yasin Limpo. Hal itu disampaikannya sebagai terdakwa dalam sidang pemeriksaan terdakwa dalam kasus suap Dewi Yasin Limpo untuk memuluskan proyek pembangunan infrastruktur energi baru dan terbarukan (PLTMH) tahun anggaran 2016 Kab Deiyai, Papua Kabupaten Deyai.
"Tidak punya rasa bersalah, artinya karena saya sudah dikorbankan Bu Dewi dan saya yang mengorbankan beliau," ucapnya di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta, Kamis (3/2).
Irenius menegaskan bahwa dirinya berniat untuk menerangkan Kabupaten Deyai namun Dewie Yasin Limpo membuat niat baiknya tersendat. "Saya jadi korban untuk mencari dana untuk penerangan di Deyai tapi saya merasa ditipu oleh pejabat negara yaitu ibu Dewi," bebernya.
Walaupun dirinya sudah terjerat hukum, namun Irenius tetap ingin melanjutkan untuk penerangan Kabupaten Deyai. "Saya harus melanjutkan listrik di Deyai," tandasnya.
Diketahui sebelumnya, Irenius dan Setiadi Jusuf diduga memberikan suap kepada anggota DPR RI komisi VII Dewi Yasin Limpo untuk melancarkan anggaran proyek pembangunan pembangkit listrik di Deiyai, Papua, menggunakan uang negara.
Atas perbuatannya, mereka dijerat pasal 5 ayat (1) huruf a dan pasal 13 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
Baca juga:
Saksi bela Irenius, hanya korban dalam kasus suap Dewi Yasin Limpo
Anggota DPRD ini curhat APBD Deiyai tak atur anggaran penerangan
Setelah Irenius ditangkap KPK tak ada yang mau lanjutkan PLTD Deiyai
Kadis ESDM Deiyai suap Dewie Limpo dibuai janji proyek energi lolos
Saksi: Harapan kami Irenius terus berjuang sampai Deiyai terang