IPW: Polisi harusnya sudah buat sketsa penembak di Lapas Sleman
Sebab, beberapa petugas Lapas sempat melihat wajah pelaku saat menyodorkan surat palsu dari Polda DIY.
Keterangan saksi yang diperoleh dari lokasi kejadian, Indonesia Police Watch (IPW) menilai polisi harusnya sudah bisa mereka wajah pelaku penembakan di Lapas Cebongan, Sleman, DIY. Reka-reka tersebut kemudian dapat dijadikan sketsa wajah pelaku.
Terlebih, saat berlangsungnya kejadian, beberapa petugas Lapas sempat melihat salah seorang anggota komplotan bersenjata itu tanpa mengenakan cadar. Ketika itu, pelaku sempat menyodorkan surat izin masuk palsu dari Polda DIY.
"Polri harus segera membuat sketsa wajah salah satu dari 17 anggota pasukan siluman yang menyerbu, dan mengeksekusi mati empat tahanan di Lapas Cebongan, Sleman. Sketsa wajah itu kemudian dipublikasikan ke publik," ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane dalam rilisnya, Rabu (27/3).
Selain wajah, menurut Neta, polisi juga bisa mengidentifikasi pelaku lewat kebiasaan pelaku menaruh peralatan tempur mereka. Dari situ diketahui dari mana gerombolan tersebut bersenjata.
"Polisi juga perlu membuat sketsa pasukan penyerbu yang menggunakan topeng. Dari sketsa ini akan bisa diketahui pasukan penyerbu itu berasal dari mana. Kebiasaan menggunakan peralatan dan menempatkan assesoris, seperti granat di bagian tubuhnya bisa menjadi indikasi," lanjutnya.
Sampai saat ini polisi telah mengantongi beberapa ciri pelaku. Seperti menggunakan sepatu PDL aparat, jeans, rompi hitam dan bertopeng. Selain itu senjata yang digunakan berupa laras panjang dengan 31 proyektil dan 19 selongsong di tempat kejadian perkara.
Baca juga:
5 Alasan polisi sulit ungkap penyerbuan Lapas Cebongan
Ada sandi khusus yang digunakan penyerang Lapas Cebongan
IPW minta polisi buat sketsa wajah pelaku penyerbuan Lapas
Wiranto: Satu hari saya ungkap penyerang Lapas Sleman
Saksi bungkam, jadi alasan polisi sulit bikin sketsa pelaku
Tim dari Mabes Polri olah TKP penembakan di Rutan Sleman