LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Intimidasi pada saksi dan keluarga korban 1965 masih kencang

"Bahkan saat datang kemari pun masih mendapatkan teror," Ketua YPKP 65 Untung Bejo.

2016-05-09 15:57:05
Pelanggaran HAM
Advertisement

Ketua Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965 (YPKP 65) Untung Bejo mengungkapkan, pihaknya masih sering mendapati intimidasi dari sejumlah pihak. Bahkan saksi kuburan massal peristiwa 1965 juga sering menerima ancaman dan teror.

"Teman kami di daerah masih dapat intimidasi, masih dapat teror dan ancaman. Bahkan saat datang kemari pun masih mendapatkan teror," tegasnya di Kantor Menkopolhukam, Jakarta, Senin (9/5).

Dia menambahkan, ancaman dan teror sangat dirasakan di Pati dan Pekalongan. Hingga hari sebelum para saksi dan korban tragedi 1965 ini akan berangkat ke Jakarta, juga masih sempit dicurigai.

Mendengar informasi tersebut, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Pandjaitan, kata Untung, akan melakukan koordinasi dengan Kodam agar tidak melakukan tekanan kepada korban peristiwa 1965.

"Dan tadi Pak Luhut dengan lugas mengatakan, 'negara kita negara besar, kami akan selesaikan, dia bilang. Saya tau persis, saudara kami juga merasa ada yang menjadi korban, korban ketika itu, pamannya, apanya, di samping juga dibunuh oleh kelompok militer,' itu tadi diterangkan," jabarnya.

Untung mengakui, sempat terbersit rasa khawatir jika pihaknya malah mendapatkan intimidasi saat memberikan laporkan mengenai keberadaan kuburan massal korban 1965. Namun, sekolah Mendengar pernyataan Luhut, dia mengaku merasa lebih tenang.

"Dalam hal ini Bapak Luhut menyampaikan dengan jelas, apabila itu tidak, itu berpulang ke Bapak Luhut sendiri. Apabila dia tidak menjamin keamanan, omongan Pak Luhut dipertanyakan. Tapi saya menangkap, omongan Bapak Luhut serius dengan tegas akan menjamin keamanan semua," tutupnya.

Baca juga:
Pemerintah jamin keselamatan pengungkap kuburan massal korban '65
Capres terpopuler Filipina berjanji 6 bulan bunuh semua penjahat
Pemerintah investigasi kuburan massal korban tragedi 1965
Datangi Kemenko Polhukam, Pegiat HAM klaim temukan kuburan massal 65
Luhut: Jangan bikin gaduh, bantu kita menyelesaikan kasus HAM

(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.