Insiden crane di Mekkah, anak Iti sempat SMS tapi tak dibalas
Keluarga baru dapat kabar dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Toyibah Langensari pukul 06.00 WIB tadi.
Arbani Sodiq (31) dibuat panik usai melihat pemberitaan di televisi dan media online yang menyebut warga Indonesia turut menjadi korban peristiwa jatuhnya crane di Mekkah. Dia kemudian mencoba menghubungi sang ibu Iti Rasti (56) lewat pesan singkat sms Sabtu (12/9) pukul 03.00 WIB. Namun jawaban tak kunjung hadir.
"Saya tahu kabar (peristiwa jatuhnya crane) pukul 01.00 WIB. Saya cari informasi dulu. Lalu kemudian pukul 03.00 WIB saya SMS (Iti). Saya takut ganggu kalau telepon, takutnya sedang ibadah, tapi memang enggak ada jawaban," kata Arbani putra kedua Iti saat ditemui di kediamannya di Jalan Nyampay No 45 RT 002/010, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Pihak keluarga baru diberi kabar pihak Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Toyibah Langensari pukul 06.00 WIB tadi. Iti menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa itu. Adapun suaminya selamat lantaran saat kejadian sedang di tempat peristirahatan.
"Bapak saya tadi terakhir memberi kabar. Kalau sekarang sedang mengurus jenazah (ibu)," ujarnya.
Rumah duka yang ada di kawasan Utara Bandung silih berganti dihampiri keluarga dan kerabat.
Baca juga:
Jamaah haji asal Bantul dan Pemalang juga jadi korban crane jatuh
Duka menyelimuti keluarga Iti, korban crane jatuh di Masjidil Haram
Mengupas crawler crane, derek maut yang terjatuh di Masjidil Haram
Suami ikhlas korban musibah crane dimakamkan di Mekkah
Mengenal ragam teknologi crane untuk konstruksi bangunan raksasa
Sebelum crane patah, Masjidil Haram disambar kilat
Jamaah asal Sumut yang wafat pada musibah crane bertambah