Ini warisan terpidana mati, kalung salib hingga lukisan berdarah
Martin berwasiat agar istrinya tetap istiqomah menjadi muslimah.
Eksekusi delapan terpidana mati kasus narkoba telah dilakukan di kompleks lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Tembakan dari para eksekutor hamir serentak ketika jarum jam menunjukkan sekitar pukul 00.25 WIB, Rabu (29/4). Terpidana mati Raheem Agbaje Salami memberikan wasiat di antaranya kalung rosario kepada kekasihnya bernama Angela. Selain itu, Raheem memberikan pesan agar kekasihnya tetap tabah. Terpidana mati Martin Anderson alias Belo menitipkan sebuah barang sebagai wasiat kepada keluarganya. Dia mengatakan, Martin memintanya memberikan tasbih kepada istrinya, Meilani Slamet, sebagai pesan terakhir. Sebelum Mary Jane mengetahui eksekusinya ditunda, WN Filipina ini memberikan wasiat berupa gelang salib kepada kekasih Raheem Agbaje Salami bernama Angela Intan (18). Myuran Sukumaran meninggalkan wasiat, di antaranya empat lukisan. Kuasa hukum Myuran, Todung Mulya Lubis memamerkan empat lukisan Myuran di Dermaga Wijaya Pura, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Todung Mulya dibantu keluarga menunjukkan empat lukisan itu kepada para awak media.
Sela empat jam kemudian, iring-iringan ambulans yang membawa jenazah para terpidana meninggalkan Pulau Nusakambangan, menyeberang dengan menggunakan kapal menuju dermaga Wijaya Pura, Cilacap.
Jenazah Andrew Chan, Myuran Sukumaran asal Australia, Martin Anderson asal Ghana, Sylvester Obiekwe Nwolise asal Nigeria dan Rodrigo Gularte asal Brasil dibawa ke Jakarta.
Tiga sisanya, yakni Martin Anderson alias Belo akan disemayamkan di Bekasi. Sementara Raheem Agbaje Salami Codova di TPU Serayu Madiun, Jawa Timur dan Zaenal Abidin bin Mahmud Badarrudon akan disemayamkan di Cilacap.
Sementara satu terpidana mati yang ditunda eksekusinya adalah Mary Jane Veloso. Kasus Mary Jane akan dipertimbangkan lagi, lantaran orang yang menyalurkannya menjadi kurir narkoba menyerahkan diri kepada kepolisian Filipina.
Sebelum delapan terpidana mati menuju tiang eksekusi, sebagian dari mereka meninggalkan warisan kepada keluarga atau orang yang dicintai. Apa saja bentuk warisan itu? Berikut ulasannya:Kalung rosario
"Saya ikhlas ini semua rencana Tuhan, saya tidak nangis. saya punya sesuatu kenang-kenangan yang berharga, ini (kalung rosario) dari Raheem," kata Angela usai bertemu Raheem, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (28/4).
Lanjut dia, dirinya sudah mengikhlaskan untuk meninggalkan kekasihnya Raheem selamanya. Sehingga dia tak menetaskan air mata saat menemui Raheem.
"Mereka (para terpidana mati) semua siap senang dan bangga bisa pulang ke rumah tuhan," tutupnya.Tasbih
"Dia pesan agar istrinya tetap istiqomah, dan tidak berpindah agama dari Islam," kata Kepala Seksi Bimbingan Rohani Lapas Nusakambangan, Edi Warsono usai prosesi pemakaman Almarhum Martin di TPU Perwira, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Rabu (29/4).
Edi mengatakan, secara pribadi Martin menerima hukuman mati itu. Menurut dia, Martin sudah pasrah dan hanya meminta dimakamkan di Bekasi, di mana dia tinggal bersama istrinya.
"Ia tulis dalam surat wasiat," ujar Edi.Gelang salib
"Mary Jane memberikan ini gelang bergantung salib. Mary Jane memberikan ini, saya kuat saya tidak menangis. Raheem minta saya kuat tidak ada apa-apa lagi," kata Angela.
Angela mengaku baru bertemu dan mengenal Mary Jane di Nusakambangan saat mengunjungi pacarnya. Meski singkat, Angela mengaku sudah sangat dekat dengan Mary Jane.
"Sama Mary Jane saya anggap kakak saya. Bertemu dia pas di sini (Nusakambangan) dia nasihati saya banyak hal," imbuhnya.Lukisan berdarah
Dari empat lukisan itu, ada satu yang cukup menyita perhatian para awak media. Lukisan itu bergambar jantung merah. Di balik lukisan terdapat tanda tangan dan pesan para terpidana mati. Myuran pun memberi judul lukisan itu 'satu hati dan satu rasa, dalam cinta'.
Satu lukisan bergambar wajah Myuran yang sedang murung. Satu lukisan lagi bahkan menunjukkan wajah Myuran yang sudah penuh darah dan tangisan.
Satu lukisan lagi sedikit berbeda dengan tiga lukisan lainnya. Ukurannya lebih kecil dibanding lainnya. Lukisan itu juga tidak digoreskan di atas kanvas, tapi di papan kayu kecil. Todung menyebut, lukisan menunjukkan bendera merah putih yang berlumuran darah.