Ini tampang pengeroyok sadis mahasiswi UNIKOM
Seorang mahasiswa Unikom Bandung bernama, Aminah Alida, menjadi korban pengeroyokan empat orang di Metro Suite Apartemen, Bandung Jawa Barat. Peristiwa itu terjadi pada 24 Januari 2017 kemarin. Maya diduga cemburu dengan sikap Aminah. Sebab, Aminah telah berteman dengan cowok idaman atau gebetan Maya di Instagram.
Seorang mahasiswa Unikom Bandung bernama, Aminah Alida, menjadi korban pengeroyokan empat orang di Metro Suite Apartemen, Soekarno-Hatta, Bandung Jawa Barat. Peristiwa itu terjadi pada 24 Januari 2017 kemarin.
Pengeroyokan itu bermula saat salah satu pelaku yang diketahui bernama Maya Siregar berpura-pura menelepon korban dan mengatakan ia tengah berkelahi dengan seorang laki-laki. Kemudian, korban diminta datang ke apartemen yang disebutkan sebelumnya.
Setiba korban di apartemen tepatnya di Tower E Lantai 5 No 25, Maya ternyata tak seorang diri. Dia bersama tiga teman lain Rindu Meilan, Ripal Hukubun, dan Indra Mulyadi dan Salman.
Maya diduga cemburu dengan sikap Aminah. Sebab, Aminah telah berteman dengan cowok idaman atau gebetan Maya di Instagram.
"Dikarenakan Maya cemburu dengan korban, lalu Maya menyuruh korban memukul Maya dan selanjutnya Maya memukul korban beberapa kali dan menyulut api rokok ke tangan kanan kiri dan tangan kanan korban," tulis Kasubag Humas Polrestabes Bandung Reny Marthaliana dalam pesan singkat yang diterima Merdeka.com, Minggu (29/1).
Reny menuturkan, teman-teman Maya langsung ikut menganiaya korban. Terlapor bernama Rindu, lanjut Reny, memukul muka korban dan Rival menjambret korban.
Baca juga:
Mahasiswa Unikom dikeroyok karena follow Instagram gebetan pelaku
Sadis, mahasiswi UNIKOM dikeroyok & disundut rokok di apartemen
Bandar keroyok teman sendiri karena tak bayar hasil jualan narkoba
Pindah-pindah tempat sembunyi, pembacok 3 siswa SMA di Yogya dibekuk
Ibu siswa SMA Muhi kecewa pelaku penganiayaan divonis 5 tahun
Pelaku penganiayaan siswa SMA Muhi Yogyakarta divonis 5 tahun
Markas GMBI dibakar, polisi amankan 20 pelaku terduga anggota FPI