Ini reaksi marah Kapolri dengar anak buah cuek terima laporan warga
"Tindakan tersebut tidak bisa ditolerir," tegas Badrodin.
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti sempat kesal mendengar ada anak buahnya yang tak menindaklanjuti laporan warga soal perampokan di kawasan Jl Cilincing, Jakarta Utara. Dia memastikan personel yang kerja bermalas-malasan tersebut sudah diberikan hukuman
"Mereka terancam sanksi indisipliner dan tidak bisa mendapatkan kenaikan pangkat," tegas Badrodin saat memberikan sambutan di acara wisuda sarjana dan dies natalis PTIK, Jakarta, Rabu (17/6).
Sanksi itu, kata Badrodin, pantas diberikan. Sebab perilaku personel di Pos Pantau Tanah Merah yang melempar aduan masyarakat ke Polsek Marunda sangat mencoreng institusi Bhayangkara.
"Tindakan tersebut tidak bisa ditolerir. Sebagai polisi mereka juga membawa nama institusi polisi dan harusnya mengayomi masyarakat," jelas Badrodin.
Seperti diketahui, seorang pengguna media sosial curhat bagaimana kelakuan petugas polisi yang berjaga di Pos Pantau Tanah Merah, Jakarta Utara. Pria bernama Diki itu melaporkan ada penodongan yang dia lihat di jalanan di kawasan Cilincing. Perampokan tersebut dialami pengemudi Mitsubishi Colt bernomor polisi L 9667 H. Pelaku dirampok tiga orang bersenjata tajam.
Bukannya menanggapi laporan itu, si petugas yang berjaga malah melimpahkan ke Polsek terdekat. Padahal saat itu, mereka tidak sedang melakukan apa-apa selain bersantai sambil memainkan ponsel pintar.
Baca juga:
Cerita cueknya polisi tanggapi laporan penodongan bikin geram warga
Mengapa polisi malas tanggapi laporan kejahatan dari warga?
Kasus polisi cuekin aduan warga, Polri berkilah kekurangan personel
Polri janji sanksi tegas petugas yang cuek pada laporan warga
Sudah hukum anak buah, Kapolres Jakut mau bertemu pelapor penodongan
Cuek dilaporkan ada penodongan, 7 polisi terancam tak naik pangkat
Kelakuan polisi baru tangkap penjahat usai kasus ramai dibahas di FB