LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ini Percakapan Bernada Ancaman yang Diterima Presma Unsri Palembang

Hairul mengaku belum mengetahui akun Instagram yang mengancam Nikmatul milik instansi kepolisian atau personal oknum-oknum tertentu.

2019-09-27 20:33:00
Demo Mahasiswa
Advertisement

Selain mengalami dugaan percobaan penculikan, Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Nikmatul Hakiki juga mendapat intimidasi dari seseorang. Kasus ini akan dilaporkan ke Kompolnas dan Komnas HAM.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumsel Muhammad Hairul Sobri mengungkapkan, ancaman itu terdapat pada percakapan pribadi (DM) dari akun Instagram seseorang setelah Nikmatul mengomentari video aksi unjuk rasa mahasiswa di Palembang beberapa hari lalu.

"Awal mulanya dari terkait cekcok di medsos terkait beberapa video polisi yang mengarahkan bahwa unjuk rasa itu damai, bagus, kayak gitulah. Cekcok-cekcok itu di DM atau apalah namanya, ada semacam ancaman atau intimidasi," ungkap Hairul, Jumat (27/9).

Advertisement

Dari percakapan itu, pengirim menulis tulisan bernada intimidasi berbahasa Palembang. Seperti 'Unsri kan dek? Masih disinilah kok Mudah nyari nyo (mencarinya)'. 'Selain mulut jempol mu jugo (juga) dijago (jaga)'. Pesan tersebut dijawab Nikmatul dengan tulisan 'santai'. Pengirim membalas 'Silakan habiskan masa santai mu malam ini'.

Nikmatul pun meminta izin untuk mengabadikan percakapan tersebut. Tapi dijawab pengirim dengan kata-kata berbau intimidasi.

"Silakan lee sebelum kamu sudah di screen duluan snap kamu," jawab terduga pelaku pengancaman.

Advertisement

©2019 Merdeka.com/Irwanto

Hairul mengaku belum mengetahui akun Instagram yang mengancam Nikmatul milik instansi kepolisian atau personal oknum-oknum tertentu.

"Ya akunnya belum dipastikan apakah milik kepolisian atau pribadi, belum dipastikan," jelasnya.

Dalam waktu dekat, Walhi Sumsel akan melaporkan kasus ini ke Kompolnas dan Komnas HAM, termasuk juga laporan korban akibat kericuhan beberapa waktu lalu. Sementara laporan secara hukum pidana sejauh ini belum disimpulkan.

"Ya, dalam waktu dua atau tiga hari ini kami akan melapor ke Kompolnas dan Komnas HAM," kata dia.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi membantah adanya usaha penculikan atau penangkapan terhadap Presma Unsri Palembang yang dilakukan anggota Kepolisian. Dia menduga hal itu dilakukan oknum-oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab.

"Ya tidak mungkin, bagaimana bisa menuduh polisi pelakunya, apa pakai mobil polisi, seragam polisi atau pakai identitas polisi. Kalau sekarang banyak betul orang yang mau jadi polisi, potongan rambutnya pendek semua, kalah kita. Tapi sejauh ini belum ada laporan petugas kita yang melakukan hal tersebut (intimidasi dan percobaan pencurian)," jelasnya.

Terkait komentar 'pencitraan' yang ditulis Presma Unsri Palembang terhadap video aksi unjuk rasa tersebut, Supriadi mengaku belum menerima laporan resmi dari masyarakat. "Belum ada, belum ada," tutupnya.

Baca juga:
Dua Mahasiswa Tewas Saat Demo, Wakapolri Terbang ke Kendari
Polisi Kirim Tim Usut Sebab Kematian Dua Mahasiswa Kendari
Polisi Diminta Bebaskan Mahasiswa dan Pelajar yang Ditangkap Usai Demo di DPR
VIDEO: Jokowi Perintahkan Kapolri Investigasi Pelaku Penembakan Dua Mahasiswa Kendari
RS Polri Tangani 14 Polisi Korban Bentrokan Demo Mahasiswa dan Pelajar
Presma Unsri Palembang Nyaris 'Diculik' oleh 8 Orang Diduga Polisi
Anies Baswedan: Faktanya, Petugas Ambulans DKI Cedera Kaki dan Kepala

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.