LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ini peran tujuh tersangka bom 'rice cooker' di Bekasi

Ini peran tujuh tersangka bom 'rice cooker' di Bekasi. Detasemen Khusus (Densus) 88 telah mengamankan 10 terduga teroris jaringan Bekasi yang memakai bom 'rice cooker'. Tujuh di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan alat bukti yang cukup.

2016-12-15 12:58:54
Teroris Bekasi
Advertisement

Detasemen Khusus (Densus) 88 telah mengamankan 10 terduga teroris jaringan Bekasi yang memakai bom 'rice cooker'. Tujuh di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan alat bukti yang cukup.

"Saat ini setidaknya ada 10 diamankan tapi tujuh diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka terkait jaringan di Bekasi. Di mana sel itu merupakan dari Bahrun Naim sebagai pimpinan JAD," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Komplek Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/12).

Dijelaskan Boy, satu dari ketujuh tersangka itu yakni Muhammad Nur Solihin (MNS) merupakan tokoh pimpinan sel dan perekrut Dian sebagai 'pengantin' bom. Sementara, Agus Supriyadi (AS) memiliki peran menyewa mobil untuk mengantar bom dari Solo ke Jakarta.

Sedangkan, Dian Yulia Novi (DYN) rencananya bakal dijadikan sebagai 'pengantin' dalam aksi amaliyah. Kemudian empat tersangka lain, yakni Suyanto alias Abu Izzah yang merupakan seorang petani berperan merakit bom dan mengantar bom dari Karanganyar untuk diserahkan pada Nur Solihin.

Tak hanya Abu Izzah, Khafid Fathoni alias Toni juga diketahui sebagai perakit bom. Dia membuat bom di rumahnya di daerah Ngawi atas petunjuk dari Bahrin Naim.

"Yang bersangkutan (Khafid) bersama Nur Solihin membuat bom di rumah tersangka Suyanto," ucap Boy.

Selanjutnya, Arinda Putri Maharani ditetapkan sebagai tersangka lantaran ikut serta atau mengetahui keberadaan bom, pembuat bom sekaligus memfasilitasi penerimaan uang buat bom.

Terakhir, Wawan Setiawan alias Abu Umar ditetapkan sebagai tersangka karena berinisiatif menyimpan bahan peledak yang dirakit Nur Solihin dengan memindahkan bom dari kantor Azzam Dakwah Center ke rumahnya.

"Yang bersangkutan juga khilafah ISIS jadi punya inisiatif menyimpan bahan peledak yang sudah dibuat sama Nur Solihin. Dari bahan itu dibawa ke rumah Suyatno buat dirakit," pungkas Boy.

Baca juga:
Dua terduga teroris bom 'rice cooker' satu angkatan di IAIN Solo
Densus 88 tangkap terduga teroris perempuan di Tasikmalaya
Terduga teroris di Tasikmalaya berperan rekrut Dian jadi 'pengantin'
Teroris disebut pengalihan isu Ahok, ini jawaban polisi
Sebut teroris pengalihan isu Ahok, Eko Patrio diperiksa polisi
Ini barang bukti kelompok teroris Nur Solikhin yang diamankan

Advertisement
(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.