Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dua terduga teroris bom 'rice cooker' satu angkatan di IAIN Solo

Dua terduga teroris bom 'rice cooker' satu angkatan di IAIN Solo Densus 88 geledah kantor Nur Solihin. ©2016 merdeka.com/arie sunaryo

Merdeka.com - Dua terduga teroris bom 'rice cooker' pernah mengenyam pendidikan bersama di IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Solo. Nur Solihin dan Khafidz Fatoni bahkan seangkatan di perguruan tinggi yang berada di Desa Pucangan Kartasura, Sukoharjo, tersebut.

Pembantu Rektor III IAIN Solo, Syamsul Bachri membenarkan jika keduanya memang mahasiswa di kampus tersebut dan satu angkatan. Namun karena tidak melakukan registrasi Nur Solihin dikeluarkan setahun lalu .

"Seharusnya Nur Solihin dalam masa mengerjakan skripsi, tapi karena tidak melakukan registrasi dia dikeluarkan," ujar Syamsul kepada wartawan, Kamis (15/12).

Adanya dua mahasiswa yang menjadi terduga teroris tersebut membuat mahasiswa lain terusik. Mereka dengan tegas mengeluarkan pernyataan sikap anti dan menolak teroris di dalam kampus. Mereka tak ingin nama baik IAIN tercoreng gara-gara ulah oknum mahasiswa yang tak bertanggung jawab.

"Menanggapi ada ya oknum mahasiswa IAIN yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme, kami menyatakan sikap menolak keras adanya tindakan terorisme dalam bentuk apapun," ujar koordinator Aliansi Mahasiswa Pengawal (AMP NKRI), Sunarto.

Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 mengamankan tiga orang diduga teroris jaringan Bahrun Naim. Dalam penangkapan itu, polisi menemukan satu bom panci di rumah kos Jalan Bintara Jaya 8, Kota Bekasi.

Rencananya bom itu akan diledakkan di pusat Jakarta dan sasarannya adalah Paspampres. Selain itu, dari hasil pengembangan Densus 88 kembali mengamankan empat orang yang diketahui masih satu jaringan dengan teroris di Bekasi di antaranya Abu Izzah, KF, APM dan WP.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP