LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ini kronologi kelompok bersenjata Papua Merdeka sandera 2 WNI

Hingga kini belum ada pernyataan dari kelompok yang menyandera kedua WNI tersebut.

2015-09-13 22:47:46
Organisasi Papua Merdeka
Advertisement

Dua warga negara Indonesia (WNI) disandera oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Skowtiau. Menurut Kapuspen TNI Mayjen Endang Sodik, kasus tersebut berawal saat 4 WNI tengah menebang kayu di kampung Skopro, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom.

Kampung tersebut merupakan salah satu daerah yang berada di perbatasan RI-PNG. Satu dari empat WNI itu lalu ditembak kelompok bersenjata tersebut.

"Jadi kan tanggal 9 September aksi gerakan separatis OPM atau gerakan separatis Papua bersenjata telah menembak mati satu penebang kayu di kampung Skopro, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom. Dari kasus itu dikembangkan ternyata yang kena ada 4 orang yang bekerja itu, satu mati, satu melapor Polres. 2 orang tidak diketahui. Pada tanggal 11 September ternyata 2 orang itu dibawa ke daerah Skowtiau itu wilayah PNG," kata Endang saat dihubungi merdeka.com, Minggu (13/9) malam.

Endang mengatakan, TNI sudah meminta tentara PNG membebaskan kedua sandera tersebut dengan mengutamakan keselamatan mereka. Namun hingga kini belum ada pernyataan dari kelompok yang menyandera kedua WNI tersebut.

"Karena itu sudah masuk PNG maka TNI dan Kodam berkoordinasi dengan konsulat TNI di Panina di PNG. Kemudian kita kontak atase pertahanan di PNG untuk bersama-sama konsulat RI untuk meminta kepada Bupati Paninai dan Tentara PNG untuk melakukan negosiasi," ujar dia.

"Belum ada perkembangan kita berharap negoisasi tidak dengan kekerasan. Sudah bergerak melakukan negoisasi. Ini agar tidak terjadi korban lagi. Sementara ini negoisasi dilakukan dan kami harap tentara PNG tidak melakukan kekerasan agar tidak terjadi korban," katanya.

Menurut Endang, TNI terus memonitor perkembangan penyanderaan dua WNI tersebut. Kita terus monitor. Kira harap semua selanat. Lokasi sudah diketahui di wilayah Skowtiau," tandasnya.

Baca juga:
Ini langkah TNI untuk selamatkan WNI disandera kelompok bersenjata
Organisasi Papua Merdeka sandera dua WNI
Massa beratribut Bintang Kejora demo tuntut kemerdekaan Papua
Strategi RI gabung asosiasi negara Pasifik demi hambat Papua merdeka
Lenis Kogoya minta pemerintah hapus stigma OPM di Bumi Cendrawasih
DPR minta presiden hati-hati berikan amnesti & abolisi Tapol Papua
Irman Gusman: Pemberontakan di daerah karena kurang perhatian pusat

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.