Ini kata Ganjar soal lokalisasi terselubung di Gunung Kemukus
Ganjar mengatakan, dirinya sudah melakukan koordinasi dengan Bupati Sragen dan menyampaikan agar tempat itu ditutup.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ikut bersuara seputar ritual prostitusi terselubung di Gunung Kemukus, Sragen, Jawa Tengah. Menurut Ganjar, wewenang penutupan praktik prostitusi berkedok ritual di Gunung Kemusuk, Sragen, Jawa Tengah, merupakan kewenangan Bupati.
"Ketika orang menanyakan ke saya memang komparasinya tidak apple to apple. Kalau itu kewenangan provinsi dan dikasih kewenangan seperti Pak Ahok sudah saya beresin dari kemarin. Tapi ini kan seperti Dolly ya, Dolly kan yang nutup bukan gubernur tapi koordinasi," kata Ganjar usai acara pengarahan Presiden Joko Widodo kepada para gubernur di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Senin (24/11).
Ganjar mengatakan, dirinya sudah melakukan koordinasi dengan Bupati Sragen dan menyampaikan pandangannya kepada Bupati Sragen bahwa sebaiknya praktik prostitusi berkedok ritual di Gunung Kemusuk itu segera ditutup.
"Karena itu prostitusi dan cukup berbahaya. Bahaya itu ya kita bicara dari sisi kesehatan, moralitas, macem-macem lah," tutur Ganjar.
Ganjar menegaskan, perlu ada pembalikan ke tujuan awal tempat tersebut sebagai tempat ziarah. "Kalau ziarahnya silakan, menurut saya mesti ada sekarang mengalihkan dalam rel ziarah, bukan dengan ajaran sesat prostitusinya," ucap Ganjar.
Ganjar mengaku malu tempat tersebut menjadi sorotan media-media asing. "Sampai luar negeri tahu, malu lah," tutup Ganjar.
Baca juga:
Pemkab Sragen sulit berantas prostitusi di Gunung Kemukus
Pesta seks bebas di Gunung Kemukus demi pesugihan & penglaris
Pelaku seks bebas di Gunung Kemukus merupakan pasangan selingkuh
Tak cuma pria, banyak wanita ikut ritual ngeseks di Kemukus
Ini tarif sewa kamar dan ngesek bebas di Gunung Kemukus
Menengok persaingan PSK tua di prostitusi Gunung Kemukus