Menengok persaingan PSK tua di prostitusi Gunung Kemukus
Merdeka.com - Sudah menjadi rahasia umum bahwa dunia prostitusi terselubung melekat kuat pada setiap ritual keagamaan di obyek wisata religi Gunung Kemukus, Sragen, Jawa Tengah. Namun, apa jadinya bila para pekerja seks komersial (PSK) saling berebut tamu yang semula hanya datang untuk berziarah di makam Pangeran Samudro.
Penelusuran merdeka.com, dari depan gapura pintu masuk Gunung Kemukus hingga sepanjang anak tangga menuju makam Pangeran Samudro pada Senin (24/11), tak henti-hentinya ajakan untuk berhubungan intim bersahutan di tiap warung penyedia bilik asmara.
PSK yang telah berusia kisaran 40-50 tahun tersebut, saling berebut menyapa para peziarah. Bahkan, terlihat pula beberapa ibu-ibu setengah tua atau sering disebut PSK STW tak malu memakai pakaian seksi.
"Ayo mas mampir ke sini. Lumayan lho masih sepi kalau nanti malam keburu ramai," sapa PSK paruh baya sebut saja Jingga.
Jingga mengatakan, ajakan berhubungan intim meski bukan pasangan sahnya sudah menjadi hal lumrah di Kemukus. Pasalnya, ada sebuah syarat yang harus dilakukan tiap peziarah bila ingin diloloskan doanya oleh kekuatan gaib di makam Pangeran Samudro.
"Meski bukan pasangan tetapnya, kita tetap mau-mau aja. Karena bisa jadi syarat ritual. Makanya tadi saya tawarin. Sebelum bersetubuh mau minta apa. Tapi kalau maunya biasa saja sih juga enggak apa-apa," kata Jingga.
Jingga menyebut, tak malu untuk membanting harga demi mendapatkan tamu. Apabila kondisinya sedang sepi pelanggan, dia mengaku rela dibayar Rp 50 ribu. Namun bila hari-hari sedang ramai, siapa pun dan kapan pun dia mengaku siap melayani peziarah.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya