Ini hasil visum penyebab kematian korban tewas saat pembagian sembako di Monas
Namun, Jerry menambahkan, demam tinggi itu berdasarkan visum bukan karena korban terinjak-injak dalam antrean pembagian sembako. Tapi belum bisa dipastikan demam tinggi disebabkan Rizki karena apa.
Penyidik Jatanras Polda Metro Jaya mengaku telah menerima hasil visum korban yang meninggal dunia dalam acara bagi-bagi sembako di Monas, Jakarta Pusat, beberapa hari lalu.
Hasil itu diperoleh saat dokter Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat yang memeriksa korban menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.
"Hasilnya tentang pemberian visum. Sebab kematian korban. Dan riwayat sakit korban," ujar Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian saat dikonfirmasi, Selasa (8/5).
Hasil visum menyebut Rizki menderita heat stroke yang membuatnya mengalami gagal napas. Heat stroke itu akibat demam tinggi yang dialami.
"Karena heat stroke. Yang mengakibatkan gagal napas," jelasnya.
Namun, Jerry menambahkan, demam tinggi itu berdasarkan visum bukan karena korban terinjak-injak dalam antrean pembagian sembako. Tapi belum bisa dipastikan demam tinggi disebabkan Rizki karena apa.
Meskipun demikian polisi masih mencari pelaku yang bertanggungjawab atas peristiwa itu. "Tidak ada mas. Tidak ada luka memar atau terinjak injak hasil dokter. Sekarang kita cari dulu sebab kematiannya, lalu siapa yang bertanggung jawab," pungkasnya.
Baca juga:
Wakapolri pastikan kasus bocah tewas di acara pembagian sembako tetap dilanjutkan
Wakapolri lapor Jokowi perkembangan kasus bocah tewas di acara bagi-bagi sembako
Ketua panitia bagi-bagi sembako: Kenal Bapak Charles Honoris pun tidak
Panitia klaim punya 100 anggota atur acara bagi sembako di Monas
Panitia bagi sembako di Monas: Kalau ada kerumunan massa wajar terinjak
Panitia beberkan proses perizinan acara bagi sembako ke polisi & Pemprov DKI