LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ini hasil pertemuan PP Hima Persis dan Kedubes Myanmar

Dalam pertemuan selama 30 menit tersebut, Ketua PP Hima Persis, Ceceng Waliluloh mengatakan pihaknya menyampaikan berbagai tuntutan kepada pemerintah Myanmar.

2016-11-24 16:12:47
Pembantaian Rohingya
Advertisement

Setelah kurang lebih 30 menit menggelar demonstrasi di depan kantor Kedutaan Besar Myanmar, Pengurus Pusat (PP) Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam Indonesia (Hima Persis) akhirnya diterima pihak Kedubes Myanmar untuk Indonesia. Dua perwakilan PP Hima Persis langsung diterima oleh Sekretaris 3 Kedubes Myanmar, Mr Win.

Dalam pertemuan selama 30 menit tersebut, Ketua PP Hima Persis, Ceceng Waliluloh mengatakan pihaknya menyampaikan berbagai tuntutan kepada pemerintah Myanmar.

"Kami dari PP Hima Persis menuntut agar penindasan terhadap etnis Rohingya di Myanmar segera diselesaikan. Penindasan segera ditiadakan dan diberikan hak warga negara dan umat manusia," kata Ceceng di Kantor Kedutaan Besar Myanmar, Jalan H Agus Salim, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/11).

Tak hanya itu, Ceceng juga meminta pemerintah Myanmar untuk melakukan keterbukaan informasi dan memperbolehkan para jurnalis meliput kondisi etnis Rohingya. Serta memperbolehkan pengiriman bantuan kepada masyarakat Rohingya.

"Kami juga minta agar warga Indonesia yang ingin memberikan bantuan kepada masyarakat Rohingya Myanmar tidak dihalangi," ujarnya.

Atas tuntutan tersebut, pihak Kedubes Myanmar berjanji akan memenuhi tuntutan PP Hima Persis secepat mungkin. Mr Win berjanji akan segera memberikan informasi terkini tentang kondisi terakhir di Myanmar.

"Mr Win berjanji akan segera memberikan informasi kepada Indonesia tentang keberadaan sesungguhnya di sana. Terkait bantuan untuk masyarakat Rohingya diperbolehkan dengan catatan harus melalui Kedubes dan baru diperbolehkan berangkat ke sana. Baik itu jurnalisnya maupun relawan," papar Ceceng.

Baca juga:
Aksi untuk Rohingya, PP Hima Persis diterima pihak Kedubes Myanmar
Pegiat HAM Indonesia desak Myanmar hentikan kekerasan pada Rohingya
Peduli Rohingya, Kedubes Myanmar didemo
Massa geruduk Kedubes Myanmar di Jakarta
Ratusan warga Persis di Bandung kutuk penyerangan muslim Rohingya
Bangladesh tutup perbatasan, usir pengungsi Rohingya
Myanmar latih dan persenjatai warga non-Muslim lawan Rohingya

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.