Myanmar latih dan persenjatai warga non-Muslim lawan Rohingya
Merdeka.com - Bentrokan militer Myanmar dengan warga Rohingya semakin parah belakangan ini. Setidaknya, akibat bentrokan ini 130 orang menjadi korban tewas, sementara ratusan ribu lainnya kehilangan tempat tinggal.
Perasaan tidak aman terus dirasakan muslim Myanmar, terlebih lagi saat ini ada rencana militer untuk melatih dan mempersenjatai warga non-Muslim melakukan perlawanan pada mereka, para Muslim Rohingya.
Dilansir dari Reuters, Rabu (23/11), pejabat setempat mengatakan para warga Rohingya menimbulkan ancaman keamanan di negara itu. Pasalnya di sepanjang perbatasan, tentara berjaga-jaga agar tidak ada lagi yang menyerang mereka. Militer berjaga di wilayah Maungdaw, sepanjang perbatasan antara Myanmar dengan Bangladesh.
Pemimpin tertinggi Myanmar disebut-sebut sudah mendesak agar militer menahan diri dengan tidak menyerang etnis ini lagi. Namun, sepertinya perintah Aung San Suu Kyi tidak didengar mereka.
Warga Rohingya mengaku rumah mereka kini rata dengan tanah. Tak hanya itu, mereka juga mengungkapkan kekejian yang dilakukan militer, diperkosa dan bahkan dibunuh dengan kejam.
Pemimpin politik etnis Rakhine menyebutkan, pemerintah malah mempersenjatai warga Budha untuk melawan etnis yang tinggal berbatasan dengan Bangladesh tersebut. Hal itu bukannya meredam pertempuran, namun malah meningkatkan hawa panas yang sudah ada.

Muslim Rohingya mengungsi di Bangladesh ©REUTERS/Mohammad Ponir Hossain
Kepala polisi negara bagian Rakhine, Kolonel Sein Lwin, menyebutkan pasukannya kini mulai merekrut 'polisi daerah' dari mayoritas Muslim di sekitar Maungdaw. Namun, syarat yang diminta adalah mereka harus menjadi warga sah, untuk melawan para pemberontak di negara itu.
"Kandidat yang tidak memenuhi standar pendidikan, dan kriteria semisal tinggi badan minimal, tetap akan diterima untuk program ini. Asalkan mereka warga negara yang sah, mereka harus melayani wilayah mereka sendiri," ujarnya.
Sementara itu Kapten Lin Lin Oo menyebutkan, awalnya ada 100 orang direkrut berusia antara 18 hingga 35 tahun. Mereka akan menjalani program pelatihan selama 16 pekan.
"Mereka akan diberikan senjata dan peralatan lainnya juga," sebut pembantu (mdk/che)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya