Ini ciri dua orang mencurigakan diduga penyiram air keras ke Novel
Ini ciri dua orang mencurigakan diduga siram air keras ke Novel. Yang seorang tinggi, kurus, pakai helm dan jaket kulit warna hitam. Temannya tidak pakai helm, badannya agak besar, wajahnya bulat, dan rambutnya ikal dengan sedikit berwarna. Mereka menggunakan motor matic besar warna hitam.
Salah satu jemaah Masjid Al Ihsan Komplek Bank Bumi Daya, Kelapa Gading, Eko Julianto (26) sempat melihat ciri-ciri orang mencurigakan yang diduga melakukan penyiraman air keras ke penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Biasanya, setelah selesai salat subuh, jemaah bersalam-salaman. Namun kali ini berbeda, Eko langsung pulang ke rumah.
"Saya perhatikan ada dua orang mencurigakan di depan Masjid Al Ihsan sedang duduk," imbuh Eko kepada merdeka.com di lokasi, Selasa (11/4).
Dia menyebutkan ciri-ciri orang diduga pelaku yang dilihatnya ketika hendak pulang ke rumah. "Yang satu tinggi, kurus, pakai helm dan jaket kulit warna hitam. Temannya enggak pakai helm, badannya agak besar, mukanya bulat, dan rambutnya ikal dengan sedikit berwarna, mereka menggunakan motor matic besar warna hitam," tambahnya.
Eko melanjutkan, orang yang mengenakan helm terlihat fokus memandangi kediaman rumah Novel di Jalan Deposito. "Yang pakai helm itu liat arah rumah Pak Novel, gelagatnya kayak orang mau eksekusi," imbuh Eko.
Ketika itu Eko sama sekali tidak curiga dengan keberadaan dua orang tak dikenal tersebut. "Saya cuma mikir itu siapa kok hari gini sudah ada di sekitar masjid dengan pakaian serba hitam. Enggak ada curiga sama sekali," ucapnya.
"Saya sadar ketika habis mandi kok orang tua saya belum pulang dari masjid, saya segera menyusul dan ternyata di masjid lagi ramai dengan kejadian Pak Novel disiram air keras," tutupnya.
Baca juga:
Mantan pimpinan KPK sarankan rumah penyidik dijaga polisi
Demo aktivis di Makassar tuntut pengungkapan kasus teror Novel
Polisi uji labfor sisa air keras bercecer di sekitar rumah Novel
Oesman Sapta terkejut Novel sudah lima kali diteror
Oesman Sapta jenguk Novel Baswedan di RS Jakarta Eye Center
Pimpinan KPK pasang badan dan kutuk serangan kepada Novel Baswedan
Wiranto sebut penyiram air keras ke Novel keji dan tak beradab