Mantan pimpinan KPK sarankan rumah penyidik dijaga polisi
Merdeka.com - Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto mendesak agar upaya perlindungan penyidik lembaga antirasuah tidak sekadar isapan jempol belaka. Salah satu pertimbangannya, penyidik memiliki risiko tinggi dalam menjalankan pekerjaannya.
Menurutnya, KPK perlu mengubah pola pengamanan terhadap seluruh pegawainya. Khususnya penyelidik, penyidik, dan jaksa penuntut umum. Dia mengusulkan agar rumah penyidik KPK dijaga aparat kepolisian. Bahkan kendaraan yang digunakan juga harus disesuaikan.
"Rumahnya harus dijaga jangan naik motor kalau bisa," ujar Bambang saat menggelar konferensi pers di Gedung KPK, Selasa (11/4).
Busyro menambahkan, Presiden Jokowi perlu mendorong aparat kepolisian membentuk tim gabungan guna menguak aksi teror terhadap Novel Baswedan. "Kali ini negara jangan basa basi, jangan cari muka harus ada tim gabungan," ujar Busyro.
Seperti diketahui, pagi tadi sekitar pukul 05.10 WIB, Novel Baswedan mendapat teror dari dua orang tak dikenal. Wajah Novel disiram air keras. Peristiwa tersebut terjadi seusai Kasatgas penanganan kasus e-KTP itu salat subuh di masjid Al Ihsan, dekat rumahnya di Jalan Deposito RT 03 RW 10, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Usai kejadian tersebut, kedua mata penyidik yang dikenal berani menangani kasus korupsi kelas kakap itu mengalami gangguan. Novel pun langsung dibawa ke rumah sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading. Namun atas alasan medis Novel dipindah ke rumah sakit Jakarta Eye Center. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya