LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ini alasan Batan ngotot PLTN harus segera dibangun

Kebutuhan energi listrik Nasional pada tahun 2015-2024, diprediksi akan meningkat pada kisaran 5.900 MWe per-tahun.

2015-10-15 15:58:46
PLTN
Advertisement

Kebutuhan listrik nasional masih dinilai sangat minim, terlebih lagi dengan kebutuhan konsumen yang makin tinggi. Solusinya menurut Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), perlunya energi listrik yang dihasilkan dari tenaga nuklir.
‎
Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Djarot Sulistio Wisnubroto menjelaskan, teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) mampu menyediakan kebutuhan listrik Nasional hingga 1.000 sampai 1.400 Mega Watt per-unit.

Kebutuhan energi listrik Nasional pada tahun 2015-2024, dia memprediksi akan meningkat pada kisaran 5.900 MWe per-tahun. Hal itu sebagaimana tertuang dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2015-2024.

"Sementara PT PLN (Persero) dan Independent Power Producer (IPP) hanya mampu memenuhi sekitar 4.200 MWe per-tahun," papar Djarot, dicelah acara seminar nasional tehknologi energi nuklir, Kamis (15/10) di Universitas Undayana, Denpasar Bali.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN), proyeksi kebutuhan listrik hingga tahun 2025 adalah sebesar 115 GWe. Sehingga masih diperlukan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 69 GWe dalam kurun waktu 11 tahun atau 6,2 GWe per-tahun.

Mengingat kemampuan IPP dan PLN serta target yang ditetapkan dalam KEN, Djarot memperkirakan akan ada sekitar 26 persen kebutuhan tambahan pembangkit sampai tahun 2023 yang tidak terpenuhi.

Selain itu, keterlambatan operasional sejumlah pembangkit besar telah menyebabkan kapasitas cadangan operasi (reservemargin) menjadi berkurang. Berdasarkan kondisi tersebut, diperkirakan mulai tahun 2016 akan terjadi kekurangan pasokan tenaga listrik di beberapa daerah karena cadangan operasi semakin menipis kurang dari 25 persen.

"Idealnya itu 25-30 persen. Dalam rangka mendukung kemandirian bangsa di bidang energi, maka perlu dipertimbangkan pemanfaatan energi baru (nuklir) untuk pembangkit tenaga listrik," tegas dia.

Sementara itu, Kepala Bapeten, Jazi Eko Istianto menerangkan, dalam skema 17 persen energi baru dan terbarukan salah satunya adalah energi berbasis tenaga nuklir.

"Kalau hanya dari tenaga matahari, panas bumi, angin, hydro dan lainnya tak akan mencapai 95 GWe pada 2025. Artinya yang dihasilkan dari energi nuklir lebih besar," paparnya.

Baca juga:
Batan ngebet tahun ini bangun PLTN, dibutuhkan dana Rp 50 triliun
ESDM: Listrik tenaga nuklir bagus dan cocok di Indonesia
Lebih dari 10 ribu rumah di Aceh tengah belum teraliri listrik
Tahun depan, pembangkit listrik PLN pakai biodiesel
PLN: Diskon 30 persen tarif listrik malam industri berlaku 3 tahun

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.