LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ingin beli mobil buat Lebaran, Munziri malah tertipu Rp 50 juta

Pelaku menawarkan mobil dengan diskon 30 persen.

2016-06-28 18:03:00
Penipuan
Advertisement

Mimpi Al Munziri (55), warga Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memiliki mobil untuk keperluan Lebaran sirna sudah. Dia harus kehilangan uang Rp 50 juta karena tertipu orang yang menawarkan mobil harga miring.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (24/6), ketika korban mendapat telepon dari nomor tak dikenal. Di dalam sambungan telepon itu pelaku berpura-pura sudah kenal akrab dengan korban. Munziri menduga si penelepon merupakan teman dekatnya yaitu Bambang Margono.

"Pelaku menawarkan mobil bekas tarikan lising jenis Toyota Avanza dengan diskon hingga 30 persen, jadi harganya hanya Rp 125 juta," kata Kapolsek Tambun, Kompol Puji Hardi, Senin (28/6).

Tergiur dengan ucapan penelepon itu, Munziri diminta memberikan tanda jadi senilai Rp 5 juta. Tanpa pikir panjang, korban kemudian transfer uang muka ke rekening atas nama Feri Adian Lubis.

"Setelah ditransfer, pelaku kembali menawari untuk mengambil mobil, namun harus membayar uang muka sebesar Rp 20 juta ke rekening Apri Rhamadana," katanya.

Meski sudah mentransfer uang Rp 25 juta, Munziri belum memperoleh mobil Avanza yang dijanjikan. Pelaku beralasan ada sedikit masalah. Bila mobil tersebut ingin cepat sampai rumahnya, Munziri harus melobi Suparno Jasmin yang disebut-sebut petugas dari pihak leasing.

"Korban kembali diminta mengeluarkan uang Rp 12,5 juta, dan ditawari hadiah langsung sepeda motor Honda Scoopy dengan syarat menambah Rp 12,5 juta," kata dia.

Dia merasa dihipnotis. Munziri kembali mentransfer uang Rp 25 juta. Dengan demikian, total uang yang sudah ditransfer Munziri kepada pelaku mencapai Rp 50 juta dalam waktu tiga jam. Rupanya setelah ditransfer, nomor telepon pelaku tidak aktif.

Mulai menyadari dirinya menjadi korban penipuan, Muzairi langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Tambun. Polisi masih melakukan penyelidikan dan meminta keterangan saksi untuk mengidentifikasi pelaku.

"Ini modus lama, warga harus berhati-hati, apalagi menjelang lebaran kebutuhan masyarakat meningkat, jadi tingkatkan kewaspadaan," jelasnya.(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.