Ingin Bangun Trem, Pemkot Bogor Mulai Lakukan Uji Kelayakan
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan, telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Jo Colas Iroda Mitra. Perusahaan penggarap LRT itu akan membuat studi kelayakan pembangunan trem selama 9 bulan ke depan.
Pemerintah Kota Bogor berencana membangun trem sebagai alternatif transportasi umum. Untuk merealisasikannya, Jo Colas Iroda Mitra akan melakukan kajian ilmiah untuk melihat bagaimana kemungkinan jika trem merayap di Kota Bogor.
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan, telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Jo Colas Iroda Mitra. Perusahaan penggarap LRT itu akan membuat studi kelayakan pembangunan trem selama 9 bulan ke depan.
"Kita mulai tahapan pembangunan trem di Kota Bogor. Hasilnya menentukan langkah pembangunan, jalurnya, kelaikan jalan, kapasitas jalan, daya angkut, lebar dan panjang rel, serta pembiayaannya," katanya di Balai Kota Bogor, Jumat (6/9).
Pemkot Bogor sendiri dikabarkan akan menerima 24 set trem dari Belanda. Meski begitu, Bima tidak menutup kemungkinan untuk mendatangkan trem baru.
"Ada 24 tren. Yang penting kan kajiannya dulu. Ada 24 trem hibah, tapi bisa juga yang baru. Masih terbuka lah. Ini kan kajian serius untuk alternatif moda transportasi Kota Bogor," ujarnya.
Namun, dia menjelaskan, trem tidak akan keluar dari konsep Heritage City, yang selama ini digaungkan Pemkot Bogor. "Harus sesuai dengan Heritage City. Nggak bisa keluar dari konsep itu," tegasnya.
Sambil menunggu studi kelayakan, Bima akan berkoordinasi dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) terkait anggaran pembangunan.
"Trem ini tidak mungkin dari APBD. Jadi sambil kajian, kita mau minta bantu BPTJ menyiapkan pendanaannya. Bisa dari skema pinjaman atau bantuan pemerintah. Jadi kajian selesai bisa langsung pembangunannya," tutupnya.
Baca juga:
Bima Arya Wacanakan 2022 Bogor Steril dari Angkot
Jawaban-Jawaban Kepala Daerah Jika Diminta Jadi Menteri
Jelang Rakerda, Bima Arya Wajibkan ASN Jalan Keliling Puncak Bogor
Bima Arya: Ani Yudhoyono Super First Lady
Bima Arya Akan Panggil Pemilik Tempat Hiburan Malam yang Masih Operasi saat Ramadan
Gubernur NTB Zulkieflimansyah Jadi Imam Salat saat Pertemuan Tokoh Muda di Bogor
AHY dan Delapan Kepala Daerah Bawa Pesan Damai dari Bogor untuk Indonesia