Ine Febriyanti Ungkap Peran Krusial Chef Chondro di Serial Netflix 'Luka, Makan, Cinta'
Aktris Sha Ine Febriyanti membeberkan peran krusial Chef Chondro Kirono sebagai perancang makanan sekaligus pelatih intensif di serial "Luka, Makan, Cinta" yang tayang di Netflix, membuat pembaca penasaran akan detail di balik layar produksi kuliner ini.
Aktris kenamaan Sha Ine Febriyanti baru-baru ini mengungkap peran penting Trio Candra Purbasiwi, atau yang lebih dikenal sebagai Chef Chondro Kirono, dalam serial drama orisinal Netflix bertema kuliner berjudul "Luka, Makan, Cinta". Pengungkapan ini dilakukan Ine saat sesi wawancara dalam acara konferensi pers peluncuran serial tersebut di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/4).
Ine Febriyanti, yang memerankan tokoh kepala koki bernama Sari, menjelaskan bahwa Chef Chondro Kirono memiliki kontribusi besar dalam menghidupkan setiap hidangan yang muncul di layar. "Mas Chondro ini yang membuat menu-menu yang ada di 'script' menjadi 'plating' yang cantik," kata Ine, menyoroti bagaimana keahlian Chef Chondro mengubah konsep di naskah menjadi sajian visual yang menggugah selera.
Serial "Luka, Makan, Cinta" sendiri telah mulai tayang di platform pengaliran Netflix pada Rabu (15/4) pukul 14.00 WIB. Drama delapan episode ini menjanjikan pengalaman sinematik yang kaya akan cerita dan visual kuliner yang memanjakan mata, berkat kolaborasi apik antara tim produksi dan para ahli di bidangnya.
Peran Krusial Chef Chondro sebagai Perancang Makanan Profesional
Chef Chondro Kirono tidak hanya sekadar mengolah makanan, tetapi bertindak sebagai perancang makanan (food designer) profesional untuk serial "Luka, Makan, Cinta". Perannya dimulai sejak tahap awal pengembangan skenario cerita, di mana ia memberikan konsultasi khusus kepada tim produksi yang dipimpin oleh sutradara kenamaan Teddy Soeriaatmadja.
Kolaborasi ini memastikan bahwa setiap menu yang tertulis dalam naskah dapat divisualisasikan dengan indah dan realistis di layar. Selain Chef Chondro, serial ini juga melibatkan penata makanan (food stylist) Gregory Gnart, yang bertanggung jawab menampilkan makanan agar terlihat lebih artistik dan menarik. Gregory bekerja sama erat dengan departemen artistik untuk menciptakan tampilan hidangan yang sempurna.
Berkat sentuhan tangan dingin mereka, menu-menu jajanan pasar khas Indonesia, seperti Es Pisang Ijo, ditampilkan dengan cara yang lebih menggugah cita rasa dan selera. Tampilan hidangan ini dirancang sedemikian rupa sehingga mampu memikat perhatian penonton dan membuat mereka seolah bisa merasakan kelezatannya secara langsung.
Pelatihan Intensif dan Pengalaman Para Aktor di Dapur
Untuk mendalami peran sebagai koki, Ine Febriyanti dan para pemain lainnya menjalani pelatihan intensif di bawah bimbingan Chef Chondro Kirono. Pelatihan ini berlangsung selama tiga bulan penuh, dengan fokus yang sangat intensif di dapur. Tujuannya adalah agar para aktor dapat menguasai teknik memotong bahan makanan hingga teknik memasak yang meyakinkan bagi penonton.
Para pemain koki lainnya, seperti Mawar Eva de Jongh yang memerankan karakter Luka dan Deva Mahenra sebagai Dennis, juga banyak mempelajari hierarki dan kedisiplinan kerja di dapur selama pelatihan tersebut. Pengalaman ini memberikan mereka pemahaman mendalam tentang dunia kuliner profesional dan tantangan yang ada di dalamnya.
Deva Mahenra dan Mawar Eva de Jongh mengungkapkan betapa sulitnya menjaga fokus dalam situasi dapur yang penuh tekanan, berisik, dan panas. "Kami jadi memahami kerja keras di dapur dan betapa tidak mudahnya untuk tetap berfokus dalam situasi yang penuh tekanan, berisik, dan panas," kata Deva, yang disepakati oleh Mawar. Deva menambahkan bahwa setelah menyelami skenario dan karakter Dennis serta syuting "Luka, Makan, Cinta", ia memiliki rasa hormat yang sangat tinggi terhadap semua koki. "Setelah mendalami perjuangan menghadapi kehidupan dapur yang kaos dan tuntutan untuk bisa multitasking, saya sampaikan hormat untuk semua chef," tambahnya.
Sumber: AntaraNews