Indonesia Jadi Wakil Ketua GPPAD, Perkuat Peran Global dalam Pengentasan Kemiskinan
Indonesia resmi menjadi Wakil Ketua Aliansi Kemitraan Global untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan (GPPAD), menandai komitmen kuat dalam upaya global. Apa peran strategis Indonesia dalam forum yang digagas China ini?
Indonesia telah mengambil peran penting di kancah internasional dengan ditunjuk sebagai salah satu Wakil Ketua dalam Aliansi Kemitraan Global untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan (GPPAD). Penunjukan ini terjadi dalam rapat pertama Komite GPPAD yang berlangsung di Beijing, China, pada Rabu (27/6) lalu. Kehadiran Indonesia di forum ini diwakili oleh Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Ahmad Riza Patria.
GPPAD merupakan inisiatif yang digagas oleh China dengan tujuan utama untuk mempercepat pengentasan kemiskinan global dan mempromosikan pembangunan inklusif. Aliansi ini menyatukan berbagai negara dan organisasi internasional untuk berbagi pengalaman serta strategi dalam mengatasi tantangan kemiskinan. Indonesia bergabung dengan Pantai Gading, Brazil, Pakistan, Afrika Selatan, dan Uzbekistan sebagai wakil ketua, sementara China bertindak sebagai ketua forum.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Riza Patria menyampaikan kehormatan besar bagi Indonesia untuk berkontribusi dalam diskusi mengenai pemberantasan kemiskinan. Ia juga menekankan kesamaan visi Indonesia dengan China dan negara-negara lain dalam memperkuat pembangunan yang inklusif. Partisipasi aktif Indonesia diharapkan dapat membawa perspektif dan pengalaman berharga dalam upaya kolektif ini.
Peran Strategis Indonesia dalam GPPAD
Indonesia meyakini bahwa pembangunan yang efektif harus dimulai dari tingkat desa, mengingat desa adalah pusat produksi pangan, ekonomi lokal, dan tumpuan keuangan jutaan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia berkomitmen kuat untuk memperkuat infrastruktur, layanan dasar, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat di desa.
Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia terus menggalakkan pembangunan desa dan ekonomi masyarakat melalui berbagai program konkret. Beberapa inisiatif penting termasuk pembentukan 83 ribu koperasi desa, pembangunan 5 ribu kampung nelayan merah putih, serta program pemeriksaan kesehatan gratis. Selain itu, program makan bergizi gratis bagi 60 juta siswa juga digulirkan untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda.
Wakil Menteri Riza Patria menegaskan bahwa Indonesia menyambut baik setiap kerja sama dalam forum GPPAD dan siap berkontribusi aktif dalam inisiatif yang terkandung. Indonesia siap bekerja sama, bersolidaritas, dan fokus pada pembangunan yang berpusat kepada masyarakat. Pengalaman Indonesia dalam upaya pemberantasan kemiskinan menjadi modal berharga, namun juga membuka diri untuk belajar dari negara lain, termasuk China, terkait hal prosedural, sistem administrasi, dan implementasi di lapangan.
Inisiatif China dan Tantangan Pengentasan Kemiskinan Global
Wakil Perdana Menteri China, Liu Guozhong, dalam sesi pleno, menyerukan semua pihak untuk mengumpulkan konsensus dan mempercepat upaya pengentasan kemiskinan global. China menyatakan komitmennya untuk secara aktif mendukung GPPAD dalam memainkan perannya. Dukungan tersebut mencakup penguatan dialog kebijakan, demonstrasi teknis, pelatihan bakat, serta pelaksanaan proyek kerja sama "kecil tapi berdampak" untuk meningkatkan kapasitas negara-negara berkembang dalam pengentasan kemiskinan.
Liu Guozhong juga menyoroti data yang mengkhawatirkan, di mana sekitar 800 juta orang di dunia masih hidup di bawah garis kemiskinan internasional pada tahun 2025, dengan tingkat kemiskinan sekitar 9,9 persen. Angka ini menunjukkan urgensi dan skala tantangan yang dihadapi dunia dalam mencapai tujuan pengentasan kemiskinan.
GPPAD, yang diprakarsai oleh China bersama 53 negara lainnya dan sembilan organisasi internasional, menandai tonggak sejarah penting dalam upaya global ini. Aliansi ini akan mempromosikan pertukaran pengalaman dalam pengentasan kemiskinan dan tata kelola, serta bersama-sama mengeksplorasi jalan untuk membasmi kemiskinan secara mendalam. Kemitraan ini terbuka bagi partisipasi pemerintah, organisasi internasional, sektor swasta, akademisi, dan lembaga media, dengan tujuan membina lingkungan pembangunan yang adil, inklusif, dan tidak diskriminatif.
Sumber: AntaraNews