LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Indonesia diserbu buruh dari China

Akibat maraknya arus tenaga kerja WNA, belakangan menuai masalah.

2016-04-28 07:04:00
Kereta Cepat Indonesia China
Advertisement

Terbukanya pasar bebas tidak hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa. Kondisi ini juga berdampak bagi meningkatnya lalu lintas pasar tenaga kerja profesional. Beberapa di antaranya seperti dokter, pengacara, akuntan, dan sebagainya.

Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) terkait perkembangan pariwisata dan transportasi nasional Desember 2015 Penduduk mancanegara yang berkunjung ke Indonesia, selama tahun 2015 mencapai 10,41 juta kunjungan. Dalam hal ini penghitungan tersebut belum termasuk yang ilegal melainkan hanya menggunakan visa, bebas visa, serta kartu elektronik (Saphire, APEC Business Travel Card).

Jumlah kunjungan tersebut meningkat 3,12 persen dibandingkan perolehan tahun sebelumnya. Jika dipilah, warga negara asing (WNA) tersebut berkebangsaan Singapura 20,80 persen, Malaysia 15,25 persen, Australia 10,73 persen, Tionghoa 9,26 persen, dan Jepang 4,54 persen.

Pembukaan Indonesia agar lebih mudah diakses tersebut membuat WNA asing mudah berbondong-bondong datang. Hal ini tidak diiringi dengan pengawasan di bidang imigrasi untuk menelusuri WNA ilegal.

Akibat maraknya arus tenaga kerja WNA, belakangan menuai masalah. Salah satunya tujuh pegawai kereta cepat dibekuk petugas Pertahanan Pangkalan (Hanlan) saat melakukan pengeboran di sekitar Lanud Halim Perdanakusuma Rabu (2/4) kemarin. Lima di antara mereka merupakan warga negara (WN) China.

Dari pemeriksaan mendalam, TNI AU menyatakan aktivitas pengeboran tersebut merupakan pelanggaran hukum karena tidak mendapatkan izin. Para pekerja asing juga tidak melengkapi diri dengan identitas maupun paspor.

Anggota Komisi VIII DPR Khatibul Umam Wiranu, menyatakan bahwa pengawasan imigrasi di Indonesia memang sangat lemah. Maka itu, menurutnya akan sulit untuk memulai memperketat jalur imigrasi.

"Ya imigrasi dari dulu kan kita lemah. Semua orang asing masuk tanpa ada pembatasan saya lihat," kata Khatibul saat dihubungi Merdeka.com, Rabu (27/4) kemarin.

Menurut Politikus Demokrat ini, jika sebuah negara yang mampu memperkuat sistem lintas negaranya maka harus memperbaiki dua hal. Pengetatan pada lalu lintas barang melalui bea cukai dan lalu lintas orang melalui imigrasi.

"Dua-duanya kan jebol (lalu lintas orang dan barang). Narkoba masuk, orang-orang yang enggak punya surat masuk. Ini harus dibenahi pemerintah ini," tuturnya.

Ketua DPP Demokrat ini menilai, upaya meringankan syarat WNA masuk ke Indonesia karena MEA akan berdampak buruk. Salah satunya ialah persaingan kerja berujung sempitnya lapangan pekerjaan bagi WNI.

"Pasti merugikan. Kita ini kan negara yang hakekatnya terjajah oleh bangsa lain. Jadi ya harus melawan. Jadi pemimpinnya juga harus berani melakukan perlawanan," pungkasnya.

Baca juga:
WN China bor tanah, Fadli Zon minta proyek kereta cepat dievaluasi
Lanud Halim kebobolan WNA, Demokrat bilang 'Ini kecolongan besar!'
DPR curiga 5 WN China diciduk di Lanud Halim orang intelijen
WNA ditangkap saat ngebor proyek kereta cepat terancam dideportasi
Jonan tegaskan belum ada izin pembangunan di sekitar Lanud Halim
Saat ngebor di Halim, 5 WN China pakai seragam tentara

(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.