LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Indonesia diminta proaktif bantu umat muslim Rohingya di Myanmar

Indonesia diminta proaktif bantu umat muslim rohingya di Myanmar. Salah satunya, desakan datang dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang meminta pemerintah Indonesia bisa tegas kepada Myanmar.

2016-11-28 16:11:36
Pembantaian Rohingya
Advertisement

Sejumlah pihak mengecam keras aksi kekerasan terhadap umat muslim Rohingya di Myanmar. Bahkan, beberapa desakan pun datang agar semua negara turun tangan memberi jaminan keamanan bagi umat muslim Rohingya di sana.

Salah satunya, desakan datang dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang meminta pemerintah Indonesia bisa tegas kepada Myanmar. Umat beragama di Indonesia diminta bahu membahu dalam memperkuat solidaritas antar umat beragama, terlebih menyangkut isu-isu kekerasan antar umat beragama.

"Dalam konteks kasus Rohingya umat Budha dan umat Islam harus berdiri di depan mengutuk setiap peristiwa kekerasan yang terjadi atas etnis Rohingya. Solidaritas itu dapat ditumbuhkan secara silih berganti," kata Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Hery Haryanto Azumi dalam keterangan tertulis, Senin (28/11).

Hery mengatakan sudah sepatutnya masyarakat bersyukur atas keberagaman agama di Indonesia. Bukan hanya itu, dinilai dia keberagaman agama di Indonesia bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain untuk menyelesaikan konflik agama di negaranya.

"Pemerintah harus menggunakan solidaritas ASEAN untuk membantu menyelesaikan problem itu," ujarnya.

"‎Apalagi Indonesia sebagai leader ASEAN harus bertindak proaktif dalam membantu negara anggota menyelesaikan problem masing-masing," sambung dia.

Seperti diketahui, PBNU sendiri sudah mengeluarkan sikap terkait aksi kekerasan terhadap etnis Rohingya. Berikut tujuh sikap PBNU:

‎Pertama, mengecam segala tindakan kekerasan yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Segala bentuk tindakan kekerasan adalah tindakan yang sama sekali tidak dapat dibenarkan.

‎Kedua, Islam mengutuk kekerasan bahkan tidak ada satupun agama dan ideologi di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan. Umat Islam umumnya ikut merasakan kepedihan yang sangat luar biasa atas peristiwa yang menimpa saudara-saudara seiman yang berada di Myanmar.

‎Ketiga, mengajak seluruh kepala negara dan pemimpin negara di dunia untuk pro-aktif melawan segala bentuk kekerasan. Represi adalah musuh bersama dan harus dilawan sekuat tenaga guna menciptakan upaya perdamaian dan harmoni.

‎Keempat, mengajak seluruh umat di dunia untuk terus menggalang solidaritas kemanusiaan guna menciptakan perdamaian bagi segala bangsa.

‎Kelima, Nahdatul Ulama mendesak pihak-pihak terkait, terutama kepada komunitas internasional dan PBB untuk segera mengambil langkah konkret dalam peristiwa kekerasan terhadap Muslim Rohingya yang terjadi di Myanmar.

‎Keenam, mendesak ASEAN untuk mengambil sikap dan langkah nyata, khusunya pada pemerintah Myanmar, agar segera mengakui status kewarganegaraan Muslim Rohingnya.

Ketujuh, mendesak kepada pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah-langkah diplomasi guna terwujudnya penghormatan atas hak asasi manusia di Myanmar.

Baca juga:
PBB sebut Myanmar lakukan pembantaian etnis terhadap muslim Rohingya
Pendemo depan Kedubes Myanmar desak Jokowi bersikap soal Rohingya
Pemimpin dunia harus bersatu tekan Myanmar dan bela Rohingya
Demo Kedubes Myanmar, massa gelar teaterikal & polisi tutup jalan
Penampakan desa Rohingya sebelum dan sesudah dibakar militer Myanmar

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.