Imbas letusan Barujari, 23 penerbangan internasional dibatalkan
Pembatalan terbanyak adalah pesawat dengan tujuan Australia-Bali.
Setelah sempat terimbas abu letusan Gunung Barujari, sejumlah aktivitas penerbangan di Bandara Ngurah Rai berangsur normal. Hanya saja, hal itu belum berlaku bagi penerbangan untuk tujuan internasional, di mana 23 jalur masih tertunda penerbangannya.
Alhasil, pemandangan di jalur keberangkatan internasional masih dipenuhi banyak penumpang asing yang mengatur jadwal ulang keberangkatan. Ada juga yang memilih kembali ke hotel yang disiapkan pihak maskapai masing-masing.
"Kalau domestik sudah berangsur normal, tinggal pengaturan jadwal saja. Khusus Internasional masih tertunda sedikit, hari ini ada 23 penerbangan yang ditunda. Itu total dari yang berangkat atau yang tiba di Bandara ini," terang CO General Manager PAP I Ngurah Rai, IGN Putu Arditha, Sabtu (7/11).
Dari total 23 jalur penerbangan Internasional yang dibatalkan, dirinci Arditha 12 di antaranya keberangkatan dan 11 kedatangan. "Lebih banyak yang untuk datang dan tujuan Australia. Saya tidak tahu berapa itu jumlahnya," imbuh Arditha di Denpasar Bali.
Khusus untuk jalur tujuan Lombok, kata Arditha sejak Selasa 3 November lalu sudah melakukan penundaan, ini terkait masih mengepulnya abu vulkanik dari erupsi Gunung Barujari di Lombok, NTB.
Ditambahkannya beberapa maskapai penerbangan yang menunda keberangkatan dari Bali, di antaranya Emirates Airlines tujuan Dubai dan Malaysia, serta Jetstar dan Virgin Australia.
Baca juga:
Usai lumpuh 2 hari, Bandara Ngurah Rai terima 417 jadwal Penerbangan
Bandara Ngurah Rai sudah dibuka, 5 maskapai tetap cancel penerbangan
Bandara Ngurah Rai dibuka, pesawat Wapres India yang pertama terbang
Bandara Ngurah Rai kembali operasi, AirAsia buka enam penerbangan
Abu Gunung Barujari berbelok, Bandara Ngurah Rai dibuka kembali