LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Imbangi 'kids zaman now', Wagub Sumsel kirim pemuda ke Paris garap songket

Imbangi 'kids jaman now', Wagub Sumsel kirim pemuda ke Paris garap songket. Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Ishak Mekki berinisiatif mengirim kaum muda terutama pegiat seni ke Paris, Perancis, untuk mengembangkan tenun songket. Sasarannya songket bisa dikreasikan tak hanya sebatas pakaian formal.

2017-11-08 20:08:00
Budaya Indonesia
Advertisement

Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Ishak Mekki berinisiatif mengirim kaum muda terutama pegiat seni ke Paris, Perancis, untuk mengembangkan tenun songket. Sasarannya songket bisa dikreasikan tak hanya sebatas pakaian formal.

Menurut Ishak, pakaian kini tengah digandrungi banyak orang, termasuk anak-anak muda. Apalagi kiblat fashion cenderung mengarah ke dunia Eropa sehingga akan memudarkan khas suatu daerah.

"Ya namanya zaman milenial, semua maunya modern, kids jaman now orang menyebutnya. Ini harus diimbangi, tak bisa dilawan," ungkap Ishak, Rabu (8/11).

Di bidang seni, kata dia, Palembang memiliki kain songket yang sudah mendunia. Sayangnya, kain tenun itu cenderung baru digunakan untuk kegiatan formal, belum menjadi lifestyle masyarakat.

"Memang sudah ada inovasi, tapi belum maksimal. Kebanyakan untuk hadiri kondangan atau kegiatan-kegiatan resmi," ujarnya.

Oleh karena itu, Ishak menginginkan pegiat kain songket, terutama kalangan muda, untuk belajar lebih fokus mengembangkannya. Negara yang menjadi sasaran utama adalah Perancis sebagai pusat fashion dunia.

"Kita dorong, apapun bentuknya, beasiswa kuliah, pelatihan atau semacamnya. Di sana mereka bisa belajar mengkreasikan songket menjadi apapun, lebih modern biar bisa dipakai setiap saat," kata dia.

Ishak mengatakan, songket tak kalah bernilai seni dengan batik. Hanya saja, batik lebih dulu mendunia karena diinovasikan dengan kemauan pasar.

"Memang perlu inovasi, tidak monoton, dan saya kira anak-anak Sumsel zaman sekarang bisa melakukannya. Akhirnya kita semakin bangga dengan seni peninggalan nenek moyang," pungkasnya.

Baca juga:
Pagi ini, Presiden Jokowi pasang bleketepe tanda pernikahan Kahiyang
Kenalkan kain jumputan, 3 mahasiswi Unsri panjat tebing tersulit di Vietnam
Tak ada perhatian Pemkot, banyak makanan khas Palembang nyaris punah
Gedung bekas Kodim Jatinegara disulap jadi Pusat Kebudayaan Betawi
Lestarikan budaya Jawa, profesor asal AS dan Australia dapat penghargaan UNS
Mattojang, ayunan tradisional pemacu adrenaline dari Sulsel

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.