HTI: Banyak mahasiswi muslim miskin tapi tak jadi ayam kampus
"Ya kembali pada ketakwaan dan moralitas individunya," kata Iffah.
Juru Bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Iffah Ainur Rochmah turut menanggapi aksi seorang mahasiswi UIN Gunung Djati Bandung, RA yang menjadi sorotan karena nyambi jadi ayam kampus.
RA beralasan, aksinya menawarkan jasa jual diri lantaran kondisi perekonomian keluarga yang minim. RA berdalih, hasil dari menjual diri digunakan untuk membiayai kebutuhan hidup, bayar kuliah, dan membantu orang tuanya di kampung.
Menurut Iffah, kondisi perekonomian yang minim bukan alasan seorang muslimah menjual diri. Iffah melihat, banyak muslimah berlatar belakang perekonomian lemah namun tidak sampai menjual diri demi mendapatkan uang.
"Ya kembali pada ketakwaan dan moralitas individunya, banyak muslimah meski kemiskinan kalau imannya kuat, tidak akan dia melakukan itu," kata Iffah kepada merdeka.com, Minggu (15/2).
Iffah sendiri menilai wajar apabila RA di keluarkan dari UIN Gunung Djati Bandung akibat ulahnya tersebut. Menurut Iffah, keputusan UIN Gunung Djati sudah benar karena perbuatan RA merupakan pelanggaran moral yang tidak bisa ditolerir dan bertolak belakang dengan misi pendidikan yakni membangun intelektualitas yang bermoral.
Iffah melihat, perbuatan RA lebih didasari oleh faktor gaya hidup dimana RA ingin memenuhi keinginan-keinginannya namun kemampuan ekonomi keluarga tidak mendukung. "Sebenarnya lebih karena gaya hidup bukan karena ekonomi, apakah demi gadget, dia ingin punya gadget tertentu sementara kemampuan ekonomi keluarga tidak mencukupi," tutur Iffah.
Selain faktor gaya hidup, Iffah menyebut beberapa faktor yang berkontribusi terhadap aksi jual diri yang dilakukan RA. Kontrol sosial yang lemah serta sikap individualis yang berkembang di masyarakat turut andil dalam perilaku RA.
"Sekarang orang individualis, ketika ada yang melakukan hal negatif, mereka menganggap itu urusan pribadi, tidak melakukan hukuman sosial. Kontrol sosial yang lemah ini juga memberi peluang," ungkap Iffah.
Faktor lain yang juga menjadi celah muslimah seperti RA melakukan aksi prostitusi terselubung adalah lemahnya penegakan hukum oleh negara. "Kalau ada sanksi atau hukuman terhadap pelaku prostitusi itu kan berlaku ketika ada razia, terus ada keterpaksaan, kalau dilakukan secara suka sama suka tidak dihukum," tutur Iffah.
Iffah mengatakan, perlu ada sanksi dan hukuman tegas yang memberi efek jera bagi para pelaku prostitusi. "Kalau dalam Alquran pelaku zina itu harus dihukum cambuk, kalau yang sudah menikah itu lebih keras lagi," ucap Iffah.
Iffah menambahkan, pemberlakuan hukuman tegas perlu diiringi dengan edukasi dan tuntunan di bidang perekonomian, semisal memberikan pelatihan dan keterampilan serta pengembangan usaha agar pelaku prostitusi tidak kembali melakukan aktivitasnya guna mencukupi kebutuhan ekonominya sehari-hari.
Baca juga:
Ini penyebab mahasiswi terjun jadi ayam kampus
RA langsung di-DO karena dicap merusak nama Universitas Islam
RA sempat dagang keripik di kampus UIN, kini jual diri demi uang
Perjuangan RA, mahasiswi UIN di balik foto hot & prostitusi
Apakah drop out solusi tepat untuk RA, ayam kampus UIN Bandung?
Pasca kasus RA, beredar kabar banyak ayam kampus di UIN Bandung