Hotel lokasi penggerebekan sabu satu ton dikenal angker
Hotel lokasi penggerebekan sabu satu ton dikenal angker. Letaknya yang jauh dari pusat keramaian seperti Pasar Anyer membuat bangunan itu sudah bertahun-tahun kosong dan sepi penghuni.
Sabu satu ton diamankan petugas gabungan kepolisian saat melakukan penggerebekan di bangunan bekas Hotel Madalika, Anyer, Kabupaten Serang, Banten. Lokasi bangunan itu menjadi tempat sandarnya kapal pengirim sabu dari Taiwan.
Masyarakat sekitar mengenal Hotel Madalika sebagai tempat angker. Letaknya yang jauh dari pusat keramaian seperti Pasar Anyer membuat bangunan itu sudah bertahun-tahun kosong dan sepi penghuni.
"Hotel itu mah angker. Sepi gelap. Suka banyak kejadian," ujar salah satu warga setempat, Wisnu, ketika ditemui di lokasi.
Bukan tanpa alasan warga sekitar menilai bangunan itu angker. Hotel tersebut dianggap angker oleh masyarakat setempat setelah pernah menjadi lokasi evakuasi korban meninggal kebakaran kapal ferry beberapa tahun lalu.
"Iya dulu kapal yang kebakar, evakuasi jenazahnya dari kapal ke pantai di hotel itu," kata Wisnu.
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan mengatakan, satu ton sabu diamankan diperkirakan senilai Rp 1,5 triliun. Setiap paket sabu-sabu itu rencananya akan dikirim ke Jakarta untuk kemudian diedarkan ke wilayah lainnya.
"Kalau dirupiahkan jumlah sabu-sabu yang kita amankan ini mencapai Rp 1,5 triliun," kata dia.
Baca juga:
Kapolda Metro Jaya sebut Jakarta jadi target sabu 1 ton
Kapolda Metro Jaya akui kualitas sabu 1 ton paling bagus
Kapolri: Kalau bandar narkoba melawan selesaikan saja
Kepala BNN sebut 50 persen peredaran narkoba dikendalikan dari Lapas
Kepala BNN sebut RI diserbu narkoba karena kalah tegas dari Filipina
Waseso sebut jaringan internasional sabu satu ton ada di-11 negara
Lawan tudingan sakau sabu, Boni Hargens siap dites urin