HMI ditantang transparan pakai APBD Riau Rp 3 miliar untuk kongres
Warga menyayangkan, dana APBD untuk kongres HMI lebih besar dari penanganan kebakaran hutan.
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bakal menggelar Kongres Nasional di Pekanbaru, Riau dalam beberapa hari ke depan. Namun anehnya, organisasi besar ini malah minta duit dari Pemprov Riau dengan modus bantuan sosial. DPRD Riau pun menyetujui Rp 3 miliar untuk para anggota HMI dan tamu undangan mereka itu.
Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau, Usman kepada merdeka.com, Kamis (19/11) mengatakan, pengerukan duit dari APBD Riau sebesar Rp 3 miliar untuk kongres HMI itu tidak layak.
"Tidak wajar. Tidak layak kegiatan itu dibiayai uang APBD. Bukan hanya HMI, apapun organisasinya kalau itu untuk kepentingan kongres. Itu kan internal mereka. Apalagi ini acaranya gawe-an nasional," kata Usman.
Usman sangat menyayangkan, acara yang hanya 6 hari itu harus menghabiskan biaya sampai Rp 3 miliar. Itu baru bersumber dari APBD, masih ada sumber sumber lain, yang bisa jadi dari APBN juga.
"Oke lah kalau ini sudah terlanjur dianggarkan. Sekarang berani tidak HMI atau Pemprov Riau yang telah menyetujui bantuan untuk kongres tadi secara terbuka mengumumkan ke publik terkait proposal mereka," tantang Usman.
Yang membuat luka masyarakat Riau, ternyata kucuran APBD Riau 2015 untuk Kongres HMI lebih besar dari biaya untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Bila untuk keperluan pencegahan bencana kabut asap itu hanya dialokasikan dana sebesar Rp 1,4 miliar, untuk kongres nasional HMI malah sebesar Rp 3 miliar.
Baca juga:
Kongres HMI di Pekanbaru telan Rp 3 M, DPRD sebut ada yang janggal
Calon Ketum HMI ogah pusing anggaran kongres Rp 3 miliar dikritik
Ngotot mau naik kapal gratis, kader HMI Sulselbar ribut di pelabuhan
Bayar tiket setengah harga, kader HMI Sulselbar berangkat kongres