LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

HMI bersilat lidah kongres berhak dapat dana APBD Rp 3 miliar

Selain berdalih untuk peserta, dana besar juga dibutuhkan karena menghadirkan Wapres Jusuf Kalla.

2015-11-25 05:30:00
HMI
Advertisement

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menjelaskan alasan kongres ke-29 yang digelar di Pekanbaru Riau, berhak mendapat bantuan dana Rp 3 miliar dari pemerintah setempat. Berbagai alasan pun disampaikan.

Padahal sebagaimana diketahui, banyak pihak menyayangkan dana tersebut yang diambil dari APBD Riau, karena nominalnya berbanding terbalik dengan kucuran dana penanganan kebakaran hutan yang cuma Rp 1,4 miliar.

Polemik ini diperkuat dengan ulah para peserta yang sempat membuat onar di lokasi kongres selama tiga hari berturut-turut, dari hari Sabtu (21/11) hingga Senin (23/11). Ada yang marah-marah karena lapar dan tidak disediakan penginapan, merusak fasilitas umum hingga ogah bayar makan.

Berikut dalih HMI berhak mendapat dana kongres dari APBD Riau sebesar Rp 3 miliar:

Karena mendatangkan Wapres JK

Majelis Pengawas dan Konsultasi (MPK) PB HMI M. Yusuf mengatakan, angka sebesar itu dinilai wajar. Sebab, dia beralasan fulus itu buat keperluan kongres.

"Itu dana untuk keperluan peserta kongres yang jumlahnya 2.000-an, mulai dari transportasi, akomodasi sampai biaya kedatangan Wapres. Saya kira sudah sesuai," kata Yusuf di Pekanbaru, Selasa (24/11).

Yusuf melanjutkan, besaran dana yang bikin perdebatan publik itu sampai sekarang belum cair. Dia malah menyalahkan media massa yang tidak paham pengelolaan dana itu.

"APBD yang ramai dibicarakan di media yang katanya bermewah-mewahan, menghamburkan uang masyarakat Riau, padahal sebenarnya hampir di setiap kongres dinego oleh tuan rumah. PB HMI hanya menentukan apakah layak atau tidak fasilitas sesuai anggaran. Nah, makanya DPRD Riau menyepakati," ujar Yusuf.

Advertisement

HMI berkilah kebakaran hutan diurusi pemerintah pusat

Ketua Umum PB HMI Muhammad Arief Rasyid Hassan mengatakan penanganan kebakaran lahan dan hutan lebih banyak diambil dari keuangan pemerintah pusat. Sebab, kebakaran lahan dan hutan sudah menjadi bencana nasional.

"Untuk penanganan asap lebih banyak dikeluarkan pemerintah pusat," ujar Arief dalam konferensi pers di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Minggu (23/11).

Karena peduli terhadap kebakaran lahan dan hutan yang menimpa Riau, lanjut Arief, kongres yang semula diagendakan akan digelar pada tanggal 1-5 November terpaksa harus ditunda hingga 22 November 2015.

Sebagai organisasi kepemudaan, HMI lebih fokus pada peningkatan kualitas kepemudaan dan pembangunan. Dengan peran inilah, imbuh Arief, HMI akan memberi sumbangsih yang besar kepada daerah Pekanbaru.

"Kongres ini juga beri sumbangsih kepada Pekanbaru. Jangan kita pikir jangka pendek satu atau dua hari. Tapi kita pikir jangka panjang," jelasnya.

Advertisement

Sesuai dengan Undang-undang

Majelis Pengawas dan Konsultasi (MPK) PB HMI M. Yusuf mengklaim, dana bantuan dari instansi Pemerintah Provinsi Riau sudah sesuai undang-undang.

"Itu sudah diatur dalam undang-undang. Yang penting akuntabilitasnya dan transparan. Pada intinya, APBD ini milik rakyat Riau, dan kami berterima kasih kepada pemerintah Riau lewat Pemda yang membantu kami. Kami berterima kasih atas supportnya," ucap Yusuf.

Yusuf sesumbar Kongres HMI ke-29 memberi efek positif pada perekonomian Riau. Dia beralasan, dengan kedatangan kader organisasi itu, hotel-hotel di Pekanbaru penuh.

Salahkan Kemenpora

Arief juga menyentil Kemenpora yang tidak peduli terhadap agenda pemuda saat ini. Menurut dia, seharusnya Kemenpora yang bertanggung jawab atas agenda kepemudaan yang menjadi generasi penerus kepemimpinan di masa mendatang.

"Ini juga menampar pemerintah secara nasional. Kemenpora juga tidak memberi sumbangsih apa-apa terhadap kongres malah Pemprov Riau yang mendukung kegiatan ini. Tidak ada satu organisasi yang fokus terhadap kepemudaan kecuali HMI," terangnya.

Semua untuk kepentingan kongres

Kader HMI yang sekaligus Ketua Umum Badko HMI Sulselbar, Pahmudin mengatakan dana yang dipatok HMI kepada DPRD Riau semata untuk keperluan kongres. Dia merinci, dana yang akan dikucurkan tersebut akan digunakan untuk kebutuhan berupa konsumsi, administrasi maupun transportasi.

"Semua untuk keperluan Kongres. Kalau ada spekulasi atau dugaan yang melenceng dari dana itu saya kurang paham melencengnya ke mana," ujar Pahmudin saat dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (19/11).

Meski demikian, lanjut Pahmudin, sebagai salah satu kandidat Ketua Umum PB HMI dalam Kongres yang akan digelar di Labersa Hotel Pekanbaru pada 22 sampai 26 November mendatang, dia berharap dana senilai Rp 3 miliar yang dihibahkan DPRD Riau harus digunakan sesuai kebutuhan yang semestinya.

"Dana itu ujian buat senior-senior di HMI. Bantuan sosial (dana) itu harus digunakan dengan baik sesuai keperluan Kongres nanti," tambah dia.

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.