Hingga pagi ini, Gunung Agung masih muntahkan abu vulkanik
Status gunung masih di level 3 atau siaga.
Gunung Agung di Bali kembali erupsi. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) erupsi terjadi pada Rabu (28/6) sekira pukul 15.00 Wita.
Alhasil, menyebabkan sebaran abu vulkanik. Hingga pagi ini terpantau Gunung Agung masih memuntahkan abu vulkanik.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan hal itu berdasarkan pantauan visual di Pos Pengamatan Gunung Agung di Rendang hingga Jumat (29/6) pukul 06.00 Wita.
"Gunung Agung masih mengeluarkan abu vulkanik dan kawah menyala api berwarna kemerahan dengan intensitas stabil dengan tinggi kolom abu mencapai 2.500 meter," jelas Sutopo.
Status gunung masih di level 3 atau siaga.
"Belum ada kenaikan status. Belum dapat diperkirakan sampai berapa lama durasinya efusifnya. Saat ini masih terdeteksi microtremor pada alat seismograf PVMBG yang mengindikasikan adanya pergerakan magma ke permukaan," tambahnya.
Hujan abu vulkanik menyebabkan penutupan sementara Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
"Berdasarkan Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Erupsi Gunung Agung terhadap operasi penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Jumat (29/6) pukul 00.05 Wita diputuskan Penutupan Bandara (Closed Aerodrome) mulai pukul 03.00 Wita sampai dengan 19.00 Wita. Untuk selanjutnya di terbitkan NOTAM. Evaluasi akan diadakan kembali pukul 12.00 Wita."
Baca juga:
Bandara Ngurah Rai ditutup akibat abu vulkanik Gunung Agung
Gunung Agung erupsi, sejumlah maskapai di Bali batalkan penerbangan
Pasca erupsi Gunung Agung, jumlah kunjungan turis di Bali meningkat
Ini skema penanganan jika pertemuan IMF-World Bank Bali dilanda bencana alam
2017, sebanyak 14,04 juta wisman berkunjung ke Indonesia
Hujan deras, Gunung Agung 4 kali meletus dalam satu jam
Gunung Agung keluarkan pijar api dan lontarkan material hingga 1 km