LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polisi Negosiasi dengan Pendemo agar Tinggalkan Bawaslu

Massa aksi memprotes hasil penetapan Pilpres 2019 hingga malam ini masih bertahan di depan gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Usai menunaikan tarawih, polisi mulai melakukan barikade untuk membubarkan massa.

2019-05-21 20:43:54
Demo 22 Mei
Advertisement

Massa aksi memprotes hasil penetapan Pilpres 2019 hingga malam ini masih bertahan di depan gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Usai menunaikan tarawih, polisi mulai melakukan barikade untuk membubarkan massa.

Polisi mulai membuat barisan membentuk barikade di hadapan massa. Mereka terlihat menggunakan tameng anti huru-hara, mereka maju ke hadapan massa.

Pantauan Liputan6.com, Selasa (21/5), usai massa selesai menjalankan ibadah tarawih, polisi mulai memasang tameng anti-huru-hara. Peringatan agar massa segera membubarkan diri pun disampaikan oleh salah seorang polisi melalui pengeras suara.

Advertisement

Namun demikian, perintah itu justru tak diindahkan massa. Aksi saling dorong sempat terjadi antar-massa yang masih bertahan dengan polisi yang telah dilengkapi peralatan anti huru-hara.

Massa pun tampak meneriakkan sejumlah yel-yel dan mengibarkan bendera.

Sebelumnya, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah melakukan pengalihan arus lalu lintas atau rekayasa di sekitar Gedung Kantor Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Pusat. Pengalihan arus dilakukan selama 2 hari.

Advertisement

"Betul, rekayasa lalu lintas di KPU berlaku 2X24 jam terhitung sejak hari ini," kata Kasubdit Gakum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Muhammad Nasir saat dikonfirmasi, Selasa (21/5/2019).

Nasir menyebut, rekayasa lalu lintas ini berlaku pada Selasa 21 Mei hingga Rabu 22 Mei. Namun, tak menutup kemungkinan akan diperpanjang apabila aksi unjuk rasa berlangsung lama.

"Setelah tanggal 22 kita melihat kondisi situasional. Kalau nanti masih ada unjuk rasa, rekayasa lalin akan dilakukan lagi," kata Nasir.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Ribuan Aparat Siaga Amankan Demo di Bawaslu, Jl MH Thamrin Ditutup
Demo di Bawaslu, Massa Salat Ashar Berjemaah di Tengah Jalan Thamrin
Wiranto Minta Pihak Kalah Berlapang Dada dan Bersikap Ksatria
Polisi Tutup Jalan Sekitar KPU dan Bawaslu Hingga 22 Mei
Mayjen (Purn) Soenarko Jadi Tersangka, Penyidik Dalami Motif Penyelundupan Senpi
Wiranto Sebut Rencana Demo Besar-besaran Kepung & Duduki KPU Tindakan Keliru

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.