Helikopter TNI AD hilang kontak di Kalimantan
Helikopter TNI AD hilang kontak di Kalimantan. Sebuah helikopter milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) hilang kontak saat melakukan penerbangan menuju Long Bawan. Heli yang hilang tersebut membawa empat kru dengan pilot Lettu Cpn Yohanes Syahputera.
Sebuah helikopter milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) hilang kontak saat melakukan penerbangan menuju Long Bawan. Heli yang hilang tersebut membawa empat kru dengan pilot Lettu Cpn Yohanes Syahputera.
Informasi tersebut dibenarkan oleh Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI (Kapuspen) Mayjen Wuryanto. Sebelum hilang, heli tersebut sedang melaksanakan misi pengiriman logistik di wilayah perbatasan RI-Malaysia.
"Betul, jadi heli itu misi penerbangan dukungan logistik," ungkap Wuryanto saat dihubungi merdeka.com, Kamis (24/11).
Sayangnya, Wuryanto enggan menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai kejadian tersebut. "Nanti akan kami sampaikan, kami juga akan mengadakan konferensi pers," katanya.
Informasi yang diterima merdeka.com, heli sempat melakukan kontak terakhir dengan Malinau Tower sekitar pukul 11.16 Wita, kemudian tidak bisa lagi dikontak sekitar pukul 11.29 WITA dengan posisi terakhir 8 Nautical Mile dari Malinau.
Heli yang hilang kontak tersebut berjenis Bell 412 dengan nomor penerbangan HA-5166. Heli dengan rute penerbangan dari Tarakan menuju Long Bawan, dengan mengangkut dukungan logistik bagi prajurit yang berada di wilayah perbatasan RI-Malaysia.
Heli tersebut berangkat sekitar pukul 10.54 WITA dengan membawa kru sebanyak 4 orang. Sebelum hilang, heli berada di ketinggian 2.500 kaki.
Baca juga:
Helikopter Indostar alami kecelakaan di Papua
Pemberontak Suriah tembak jatuh helikopter Rusia
Jenazah pilot heli yang jatuh di Kalasan dibawa ke Deliserdang
Korban helikopter jatuh di Sleman mulai membaik & bisa berkomunikasi
Tewas saat bertugas, Serda Yogi tidak dapat kenaikan pangkat