LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Heboh Undangan Buka Puasa di Depok Dihadiri Imam Mahdi

Sebuah padepokan yang terletak di Kelurahan Bedahan Depok berencana menggelar undangan terbuka Halal Bihalal Idul Fitri 1440 Hijriyah bersama Sang Pembaharu yakni Imam Mahdi. Undangan terbuka itu digelar oleh padepokan Keluarga Besar Trisula Weda yang disebar di sosial media.

2019-05-30 10:13:01
Ramadan
Advertisement

Sebuah padepokan yang terletak di Kelurahan Bedahan Depok berencana menggelar undangan terbuka Halal Bihalal Idul Fitri 1440 Hijriyah bersama Sang Pembaharu yakni Imam Mahdi. Undangan terbuka itu digelar oleh padepokan Keluarga Besar Trisula Weda yang disebar di sosial media.

Undangan open house itu rencananya digelar pada Kamis (6/6) pukul 16.00 WIB. Undangan tersebut membuat heboh warga karena disebut ada Imam Mahdi. Informasi tersebut pun langsung ditanggapi oleh petugas keamanan yang langsung datang ke lokasi.

Ketua RW05 Kelurahan Bedahan, Hasan mengatakan, warga sekitar hanya mengetahui padepokan tersebut sebagai tempat pengobatan gratis. Perihal adanya undangan halal bihalal yang dihadiri Imam Mahdi warga sekitar tidak mengetahui.

Advertisement

"Saya baru tahu dari aparat Polisi dan TNI datangi kediaman itu. Undangan itu ramai di media sosial," katanya, Kamis (30/5).

Yang dia ketahui bahwa padepokan tersebut sudah ada sejak 2013. Saat baru didirikan kata dia padepokan tersebut baru sedikit didatangi pengikut. Namun kelamaan warga mulai ramai datang ke padepokan tersebut.

"Para pengikutnya Padepokan Trisula Weda bukan asli Depok, setahu saya ada dari Jawa, Sumatera, dan luar pulau jawa," tukasnya.

Advertisement

Dari penuturan salah satu pengikut di padepokan tersebut menyatakan bahwa dia menyakini bahwa gurunya yang bernama Winardi diyakini sebagai Imam Mahdi.

"Ya kami meyakini pimpinan kami itu Imam Mahdi, sebagai guru, pemimpin kami, petunjuk kami ke dalam masalah ilmu keagamaan," kata Mahfuzi, salah satu pengikut.

Dikatakan bahwa di sana dia dan pengikut lainnya belajar ilmu agama. "Ya di sini kami belajar, belajar ilmu, tuntunan, sifatnya lebih untuk mengetahui dan memperdalam ilmu agama, untuk mengetahui agama yang selurus-lurusnya," tukasnya.

Baca juga:
Abdul Majid nabi palsu asal Karawang sempat alami gangguan kejiwaan
Zaman modern, orang Indonesia masih percaya nabi palsu
Deretan orang tak waras mengaku nabi di Indonesia
Sepak terjang nabi palsu di Karawang jual tiket ke Surga Rp 2 juta
Muhjib dianggap 'nabi palsu kambuhan', MUI siap lapor polisi

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.