LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Hasil Investigasi Gabungan, Kematian 2 Warga Bone Tidak terkait Vaksinasi

Komite Daerah (Komda) Penanggulangan dan Pengkajian Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (PP KIPI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyebut, kematian dua warga di Kabupaten Bone tidak terkait dengan vaksinasi. Hal tersebut setelah Komda KIPI Sulsel bersama Balai Pengawasan Obat dan Makassar (BPOM) serta Kementerian Kesehatan.

2022-01-06 12:06:43
Be Smart
Advertisement

Komite Daerah (Komda) Penanggulangan dan Pengkajian Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (PP KIPI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyebut, kematian dua warga di Kabupaten Bone tidak terkait dengan vaksinasi. Hal tersebut setelah Komda KIPI Sulsel bersama Balai Pengawasan Obat dan Makassar (BPOM) serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan investigasi.

Ketua Komda KIPI Sulsel, dr Martira mengatakan pihaknya mendapatkan informasi terkait kematian dua warga Kabupaten Bone yang diduga akibat vaksinasi pada tanggal 26 Desember 2021. Usai mendapatkan informasi tersebut, pihaknya turun bersama BPOM dan Kemenkes melakukan investigasi pada 28 Desember 2021.

Baca juga:
Kemenkes: Pemerintah Belum Tetapkan Tarif Vaksin Booster
Kemenkes soal Temuan 33 Kasus Penyimpangan Vaksinasi Booster: Pengawasan Ada di Pemda

Advertisement

"Hasil dari investigasi itu kami melakukan pengkajian dan menyimpulkan penyebab kematian almarhum S (Seleng) dan almarhumah pelajar ANW tidak terkait dengan vaksinasi Covid-19," kata Martira saat jumpa pers di Kantor Dinkes Sulsel, Kamis (6/1).

Martira menjelaskan Seleng mendapat vaksinasi Covid-19 dosis pertama pada 23 Desember 2021. Hasil pengkajian Seleng memiliki riwayat hipertensi lama, dan dibuktikan dengan pemeriksaan tekanan darah.

Advertisement

"Besar kemungkinan pasien tidak rutin minum obat dan tidak rutin kontrol ke dokter. Selama tahun 2021 juga almarhum telah mengalami rawat inap empat kali karena sakit," bebernya.

Sementara kematian pelajar berinisial ANW, Martira juga mengaku tidak terkait dengan vaksinasi Covid-19. Ia menjelaskan ANW mendapat vaksinasi Sinovac dosis pertama pada tanggal 26 Oktober 2021, dan dosis kedua pada tanggal 23 November 2021 di Puskesmas Patimpeng Bone.

"Setelah melalui skrining tak dijumpai adanya kontra indikasi. Pada tanggal 9 Desember 2021 atau sekitar 16 hari setelah vaksinasi, pasien berkunjung ke Poliklinik Puskesmas Salomekko dengan keluhan bengkak, nyeri pada punggung belakang kanan dan mendapatkan pengobatan," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, dua warga Kabupaten Bone meninggal dunia dan dikaitkan dengan vaksinasi. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bone mengaku perlu pemeriksaan dan penelitian lebih dalam untuk penyebab kematian dua warga tersebut.

Sekretaris Dinas Kesehatan Bone, drg Yusuf mengatakan pihaknya sudah menerima informasi terkait meninggalnya Seleng dan Andi Nur Widya. Ia mengaku kematian dua warga tersebut dikaitkan dengan vaksinasi Covid-19.

"Dua hari terakhir menerima informasi baik media maupun medsos bahwa ada dua orang meninggal dikaitkan dengan vaksinasi Covid-19," ujarnya kepada merdeka.com, Senin (27/12).

Tetapi pada Jumat sore, Seleng mengalami tidak sadarkan diri. Yusuf mengaku Puskesmas Bengo baru mendatangi rumah Seleng pada Sabtu untuk melakukan pemeriksaan.

"Hari Sabtu, dokter Puskesmas mengunjungi rumahnya ditemukan dan diperiksa dengan tekanan darah sangat tinggi 260 mg. Jadi dokter mengambil kesimpulan bahwa almarhum ini stroke waktu itu dan disarankan untuk dirujuk," bebernya.

Sementara itu, kasus meninggalnya Andi Nur Widya, Yusuf mengungkapkan telah menerima dua dosis vaksin yakni pada 26 Oktober dan 23 November 2021. Ia mengatakan setelah mengikuti vaksinasi tersebut, Andi Nur Widya tidak mengalami gangguan kesehatan.

"Dia vaksin kedua pada 23 November 2021 dan tidak ada masalah. Akhir-akhir ini kesehatan almarhumah mengalami penurunan dan sempat dirawat di Puskesmas Kajuara hingga akhirnya meninggal dunia," ungkapnya.

Yusuf mengaku pihaknya belum mengetahui dua warga tersebut mendapatkan vaksin merek apa. Yusuf menyebut, di Kabupaten Bone vaksinasi menggunakan Moderna, Sinovac, Pfizer, dan AstraZeneca.

"Tetapi kalau AstraZeneca ini hanya untuk kalangan TNI," tuturnya.

Ia mengaku untuk pemeriksaan dan penelitian dampak vaksinasi merupakan wilayah KIPI. Tetapi, dirinya menegaskan vaksinator sudah menjalankan SOP vaksinasi dengan baik.

"Kedua warga ini kan saat divaksin memenuhi syarat," ucapnya.

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.