LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Hasil autopsi ungkap sadisnya ayah tiri aniaya balita hingga tewas

Pelaku tega menganiaya korban hingga tewas gara-gara cemburu kasih sayang istri lebih banyak ke korban.

2017-05-19 18:18:39
penganiayaan
Advertisement

Kejahatan warga Bontang, Kalimantan Timur, Fardi (20) kepada anak tirinya, Na, balita yang masih berusia tiga tahun terbilang sadis. Sebelum Na meregang nyawa, belakangan Na diduga kuat sudah sering dianiaya Fardi.

Pascakejadian itu terbongkar, Satuan Reskrim Polres Bontang bergegas mengirimkan jenazah Na ke rumah sakit di Samarinda, untuk dilakukan autopsi. Hasil autopsi, akhirnya dikantongi Kepolisian, Selasa (16/5).

Dari hasil autopsi, ditemukan banyak luka lebam hampir di seluruh tubuh Na. Balita malang itu harus menanggung hantaman bertubi-tubi dari keganasan sang ayah tiri.

"Ditemukan luka memar, di kepala, telinga, kaki, tangan, dan badannya. Memang hampir di seluruh bagian badannya korban ya," kata Kasubbag Humas Polres Bontang Iptu Suyono saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (19/5).

Luka lebam itu diduga tidak hanya disebabkan oleh pukulan tangan kosong, melainkan juga menggunakan benda tumpul. "Jadi memang sebelum hari korban ditemukan meninggal, sebelumnya pelaku juga mengakui, kerap menganiaya korban semasa hidupnya. Ibu kandungnya korban, tidak bisa berbuat apa-apa karena diancam juga," sebut Suyono.

"Dari autopsi juga diketahui terjadi pendarahan yang membeku di tengkorak korban, juga di bagian perutnya. Diduga ya karena pukulan itu. Memang, perbuatan pelaku ini terbilang sadis ya," tambah Suyono.

Polisi berkesimpulan, motif yang mendasari pelaku menganiaya korban adalah karena cemburu istrinya begitu menyayangi korban, sehingga merasa dikesampingkan sebagai suami.

"Kalau menganiaya berulang-ulang sebelum korban meninggal itu, dugaan sementara karena kesal dengan perilaku korban yang masih anak-anak," sebut Suyono.

"Meski sadis, sejauh ini belum dirasa perlu memeriksakan kejiwaan tersangka ya. Karena dalam pemberian keterangan kepada penyidik, baik pemeriksaan awal maupun pemeriksaan lanjutan, keterangannya lancar dan bersesuaian dengan keterangan saksi istrinya sendiri," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Polres Bontang meringkus Fardi. Fardi gelap mata memukuli Na berulang kali hingga merintih kesakitan. Dalam kondisi lemah, Fardi lantas melemparnya ke atas truk yang dia kemudikan. Dugaan awal, Fardi kesal lantaran istrinya sering melawan perintahnya.

Perbuatan keji Fardi, dilakukan Minggu (30/4). Saat itu Fardi bersama istrinya Nita dan korban, sedang mengantar pupuk dari Bontang menggunakan truk. Di tengah jalan, korban buang air kecil. Saat itu, Fardi gelap mata dan memukuli korban berulang kali.(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.