Hasil Audit Sistem Keamanan Mabes Polri: SOP Sudah Berjalan dengan Baik
Menurutnya, pelaksanaan penerapan SOP terkait pengamanan sudah berjalan dengan baik merujuk pada audit internal yang telah dilakukan oleh kepolisian. Audit tersebut tentunya juga dilakukan di sejumlah markas kepolisian yang di sejumlah wilayah di Tanah Air.
Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan, tak ditemukan adanya kelalaian dalam standar operasi prosedur (SOP) dalam pengamanan di Mabes Polri saat terduga teroris Zakiah Aini melakukan penyerangan pada Rabu (31/3) lalu.
Menurutnya, pelaksanaan penerapan SOP terkait pengamanan sudah berjalan dengan baik merujuk pada audit internal yang telah dilakukan oleh kepolisian. Audit tersebut tentunya juga dilakukan di sejumlah markas kepolisian yang di sejumlah wilayah di Tanah Air.
"Semua disimpulkan bahwa sop sudah berjalan dengan baik. Walaupun ada beberapa bagian yang kita tingkatkan sekarang," katanya saat jumpa pers, Senin (13/4).
Dia menyampaikan, kalau saat ini pihaknya telah meningkatkan pengamanan untuk masuk ke dalam Mabes Polri. Misalnya, dilakukan pemeriksaan terhadap tamu-tamu yang berkepentingan dan hendak masuk ke dalam Mabes Polri.
"Sekarang, rekan-rekan bisa melihat sendiri bagaimana pemeriksaan pada tempat-tempat penjagaan itu akan ditingkatkan lagi, terutama bagi masyarakat atau tamu yang memiliki kepentingan di Mabes Polri," jelas dia.
Selain peningkatan keamanan di Mabes Polri, Rusdi mengatakan kalau peningkatan pengamanan juga dilakukan pada satuan wilayah agar pengamanan di maskar kepolisian dapat berjalan dengan baik.
"Ini tidak di Mabes Polri saja, di Satuan-satuan kewilayahan telah dilakukan audit pengamanan sehingga betul-betul pengamanan di markas-markas kepolisian dapat berjalan dengan baik," jelasnya.
Seperti diketahui pada Rabu 31 Maret 2021, insiden baku tembak menewaskan satu perempuan terduga teroris. Menurut Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengatakan, ada enam peluru diduga dari senapan air gun yang digunakan pelaku.
"Menembak enam kali, dua kali kepada anggota yang ada di dalam pos. Dua kali yang ada di luar dan (sisanya) menembak lagi kepada anggota yang ada di belakangnya," kata Listyo saat jumpa pers di Mabes Polri Jakarta Rabu (31/3).
ZA terkonfirmasi sebagai sosok di balik orang yang terlibat baku tembak dengan polisi di Kompleks Mabes Polri. Menurut Listyo, dari identifikasi sidik jari dan wajah pun menunjukkan kebenaran identitas pelaku teror di Mabes Polri tersebut sama dengan yang beredar di media sosial.
"Yang bersangkutan adalah tersangka atau pelaku lone wolf yang berideologi radikal ISIS. Ini dibuktikan dari postingan yang bersangkutan di sosial media," ujar Listyo.
Penelusuran lebih lanjut, ZA merupakan mahasiswa semester 5 yang berstatus drop out. Lewat akun Instagramnya juga ditemukan unggahan bernada ISIS.
Baca juga:
Muchsin Kamal Penjual Senjata Api ke Teroris Mabes Polri Dijerat UU Darurat
CEK FAKTA: Hoaks Senjata Pelaku Penembakan di Mabes Polri Tidak Berbahaya
Ikut Tanggapi Terduga Teroris yang Ditembak Mati di Mabes Polri,Bang Yos:Itu Kerugian
Analisis Mantan Kepala BAIS Soal Rentannya Kantor Polisi Jadi Sasaran Pelaku Teror
Polri Sebut Penjual Senjata ke Penyerang Mabes Polri Eks Napi Teroris
Kapolri Sebut Muchsin Kamal Penjual Senjata Airgun ke ZA Masih Jalani Pemeriksaan