Harris Azhar sebut Freddy tak sebutkan nama, tapi ada di pledoi
Harris mengaku hanya bisa memberikan petunjuk soal pengakuan Freddy tersebut.
Koordinator KontraS Harris Azhar mengaku bertanggung jawab atas curhatan bisnis narkoba Freddy Budiman yang melibatkan sejumlah pejabat di institusi Polri, TNI dan BNN. Menurutnya, saat bertemu Freddy di Lapas Nusakambangan tak menyebutkan nama-nama pejabat tersebut yang terlibat.
"Dia (Freddy) bilang coba cek di pledoi saya. Nah pas balik dari Nusakambangan saya minta teman cek pledoi Freddy. Ternyata di MA cuma ada putusan saja. Enggak ada pledoi," kata Harris saat jumpa pers di Kantornya, Jakarta, Jumat (28/7).
Dia mengatakan saat itu pihaknya juga pernah menelusuri surat pledoi Freddy Budiman namun tak pernah ada di Pengadilan Jakarta Barat dan Pengadilan Tinggi Jakarta.
"Kita sudah coba tapi enggak ketemu. Di putusan juga enggak ada isi yang disebut soal Freddy itu," kata dia.
Lanjut dia, pihaknya mencoba mencari kuasa hukum Freddy Budiman di berbagai berita media massa. Namun alamat kantor kuasa hukum Freddy sudah pindah.
"Pas kita telusuri alamatnya juga enggak ada. Tapi malah muncul persidangan soal prajurit TNI yang dari Bais," kata dia.
Dia menambahkan, pihaknya siap membantu penegak hukum untuk menemukan petunjuk curhatan Freddy tersebut. Ada petunjuk lain yang diceritakan Freddy Budiman untuk menambah informasi aparat penegak hukum.
"Soal saya dibebankan pembuktian, mohon maaf, saya bukan pejabat negara yang dibantu fasilitas negara untuk membuktikan. Tapi saya mau membantu. Ada Petunjuk lain yang ditulis. Menggambarkan tempat, yang semua tempat menunjuk pada informasi-informasi tambahan," tandasnya.
Baca juga:
Freddy berpesan kematiannya jangan ditangisi, biar masuk surga
Polisi minta Harris Azhar buktikan pengakuan Freddy Budiman
Polri minta Harris Azhar buka identitas polisi penerima uang Freddy
Isak tangis kerabat warnai pemakaman Freddy Budiman
Liang kubur Freddy Budiman terus mengeluarkan air