Hari Pertama, Perenang China Dominasi Kejuaraan Renang di 12th AOWSC di Bali
Di tempat kedua juga dihuni perenang asal China, bernama Chen Yijing yang hanya terpaut 0,1 detik dengan Wu Shutong dan Chen Yijing finish.
Kejuaraan renang perairan terbuka atau Asian Open Water Swimming Championship (AOWSC) ke-12, di hari pertama didominasi atau dimenangkan oleh perenang asal China, yang digelar di Pantai Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (13/6).
Untuk nomor 5K atau jarak 5 kilometer untuk putra- putri di 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026 sudah selesai digelar. Di nomor 5K, perenang asal China kategori putri, atlet bernama Wu Shutong berhasil menempati posisi pertama dengan catatan waktu 01:02:07,4.
Kemudian, di tempat kedua juga dihuni perenang asal China, bernama Chen Yijing yang hanya terpaut 0,1 detik dengan Wu Shutong dan Chen Yijing finish dengan catatan waktu 01:02:08,2. Di tempat ketiga dihuni perenang asal Vietnam, Vo Thi My Tien dengan catatan waktu 01:02:20,0.
Selanjutnya, untuk di nomor 5K putra, perenang China Tianchen Lan keluar sebagai pemenang dengan catatan waktu 00:56:57,0. Kemudian, disusul dua perenang Vietnam Huy Hoang Nguyen dengan catatan waktu 00:57:04,01 serta Tran Tuan Anh Mai di posisi ketiga dengan catatan waktu 00:57:04,06.
Sementara, tiga wakil Indonesia yaitu Mochammad Akbar Putra Taufik hanya mampu menyelesaikan perlombaan di peringkat 18 dengan catatan waktu 01:01:51,9. Kemudian, Sang Arka Ning Jaladri Prawatya menempati peringkat ke-23 dengan catatan waktu 01:02:55,5. Sedangkan di nomor 5K putri, Gusti Ayu Made Nadya Saraswati menempati posisi ke-17 dengan catatan waktu 01:07:30,1.
Wu Shutong mengatakan, dirinya cukup senang telah memenangkan atau menorehkan yang kini diraihnya.
"Saya sudah mencoba yang terbaik di kesempatan ini," ucapnya.
Selain itu, dia menyampaikan sudah menjalankan tugas dan instruksi yang diberikan oleh pelatihnya dengan baik karena di 12th AOWSC 2026, adalah tantangan tersendiri baginya.
Selain itu, untuk kejuaraan atau kemenangannya menjadi yang pertamakalinya. Kendati, sudah beberapa kali mengikuti kejuaraan renang perairan terbuka internasional sebelumnya.
"Ini jadi tantangan untuk saya tetapi sekaligus merupakan sesuatu yang memang sudah saya harapkan. Kebetulan, kejuaraan ini yang pertama kalinya," ujarnya.
Sebelumnya, kejuaraan renang internasional di perairan terbuka atau Asian Open Water Swimming Championship (AOWSC) 2026 ke-12 dan A.Stream Open Water Swimming series Bali, telah digelar, pada Sabtu (13/6).
Sebanyak 78 atlet dari 18 negara terlihat sangat bersemangat dan antusias mengikuti kompetisi berkelas internasional ini. Para atlet sudah sejak pagi telah bersiap dan berkumpul pesisir InterContinental di Jimbaran Bay, di Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, untuk mengikuti perlombaan dengan berenang di laut lepas di Pantai Jimbaran.
Cuaca di Pantai Jimbaran tampak cerah hingga mendukung kompetisi renang tersebut. Dan warga hingga wisatawan mancanegara mulai ramai untuk menonton kompetisi renang yang digelar dalam satu tahun sekali ini.
Sambutan Anindya
Ketua Umum PB Akuatik Indonesia Anindya Novyan Bakrie juga hadir langsung dalam kompetisi Asian Open Water Swimming (OWS) Championship 2026 ke-12 dan A.Stream Open Water Swimming series Bali.
"Selamat datang Asian Open Water Swimming Championship ke-12. Ini adalah event seluruh Asian dan setiap tahun hanya sekali dan kali ini dipilih di Bali," kata Anindya di sela acara.
Ia menerangkan, kenapa Pulau Bali dipilih menjadi tempat kompetisi tahun ini karena Pulau Dewata adalah tempat yang sangat ikonik untuk pariwisata dan suasananya juga sangat pas atau mendukung untuk melakukan sport dan tourism.
"Tentu Akuatik Indonesia, PB-nya juga berjuang kepada world akuatik dalam kesempatan ini, karena hanya setahun sekali. Dan walhasil dari 78 atlet dari 18 negara ada di Indonesia. Tadi saya lihat Kazakhstan, Taipei, Hongkong, Thailand, Malaysia dan lain-lain," ujarnya.
"Dan menariknya digabung lagi dengan A.Stream. Di mana A.Strem itu bisa renang juga tapi bukan 5 kilo atau 10 kilo meter seperti atlet profesional. Tapi 500 atau 400 meter atau ada lagi estafet dan lain-lain," jelasnya.