Hari Air Sedunia, Akses Air Minum Aman Masih Jadi Tantangan
Meski kebutuhan air minum terus meningkat, akses terhadap air yang benar-benar aman masih menjadi tantangan.
Momentum Hari Air Sedunia yang diperingati setiap 22 Maret tahun ini berdekatan dengan perayaan Lebaran. Periode tersebut dikenal sebagai masa meningkatnya aktivitas konsumsi rumah tangga di Indonesia, termasuk untuk berbagai kebutuhan pokok.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan konsumsi rumah tangga menyumbang lebih dari 50 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Sementara itu, laporan Redseer Strategy Consultants memperkirakan total belanja masyarakat Indonesia selama Ramadan 2025 mencapai sekitar Rp1.188 triliun.
Ramadan memang menjadi salah satu periode dengan lonjakan aktivitas belanja rumah tangga. Di tengah tingginya konsumsi tersebut, kebutuhan dasar seperti air minum juga menjadi bagian penting dalam struktur pengeluaran masyarakat.
Akses Air Minum Aman Masih Menjadi Tantangan
Meski kebutuhan air minum terus meningkat, akses terhadap air yang benar-benar aman masih menjadi tantangan. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dari Badan Pusat Statistik, lebih dari 90 persen rumah tangga di Indonesia telah memiliki akses terhadap air minum layak.
Namun, proporsi rumah tangga yang memperoleh air minum aman sesuai standar kesehatan masih berada di kisaran 11–12 persen secara nasional.
Kesenjangan ini masih terlihat di sejumlah wilayah dan menjadi perhatian dalam upaya mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030, khususnya terkait akses universal terhadap air minum yang aman dan terjangkau.
Secara global, peringatan Hari Air Sedunia menjadi pengingat bahwa air bukan sekadar komoditas, melainkan kebutuhan esensial yang berkaitan langsung dengan kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat.
Program Gratis Isi 1 Galon Air Minum Biru
Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia, Air Minum Biru kembali menjalankan program tahunan Gratis Isi 1 Galon Air Minum Biru. Program ini telah dilaksanakan secara konsisten selama lima tahun terakhir.
Melalui program tersebut, setiap warga berhak mendapatkan satu galon air minum secara gratis tanpa syarat pembelian atau transaksi. Masyarakat cukup membawa galon kosong milik sendiri ke gerai Biru terdekat.
Tahun ini, program itu akan dilaksanakan pada Minggu, 15 Maret 2026, secara serentak mulai pukul 08.00–12.00 waktu setempat di 766 gerai yang tersebar di 46 kota dan 15 provinsi di Indonesia.`
Jumlah distribusi tahun ini diproyeksikan mencapai sekitar 150.000 galon, setara dengan 2.850.000 liter air minum, dengan estimasi nilai sekitar Rp1,3 miliar. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat pembagian sekitar 1,28 juta liter air minum kepada masyarakat.
Program ini mengusung semangat #BiruUntukSemua, yang menegaskan bahwa akses terhadap air minum berkualitas merupakan hak setiap orang.
Akses Air Minum untuk Semua
Direktur PT Biru Semesta Abadi, Yantje Wongso menegaskan bahwa peringatan Hari Air Sedunia seharusnya tidak sekadar menjadi seremoni tahunan.
“Hari Air Sedunia adalah pengingat bahwa akses terhadap air minum aman merupakan kebutuhan dasar yang harus dijaga secara berkelanjutan. Ini bukan isu musiman dan bukan sekadar agenda simbolis. Air minum berkualitas adalah fondasi kesehatan dan produktivitas masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menilai kedekatan momentum peringatan tahun ini dengan Ramadan dan Lebaran semakin menegaskan pentingnya akses air minum yang aman.
“Ramadan memang menjadi periode ketika konsumsi rumah tangga meningkat, termasuk kebutuhan air minum. Namun bagi kami, konteks waktunya boleh berubah, urgensinya tetap sama. Air minum berkualitas adalah hak seluruh masyarakat, kapan pun dan dalam kondisi apa pun. Melalui #BiruUntukSemua yang telah kami jalankan selama lima tahun, kami memastikan komitmen itu hadir secara nyata dan konsisten,” ujarnya.
Menurut Yantje, keberlanjutan program tersebut selama lima tahun menunjukkan bahwa inisiatif ini bukan sekadar respons terhadap momentum tahunan, melainkan bagian dari tanggung jawab jangka panjang perusahaan dalam memperluas akses air minum yang aman dan terjangkau di Indonesia.
Lebih dari sekadar peringatan tahunan, Hari Air Sedunia menjadi momentum untuk menilai kembali sejauh mana kebutuhan paling mendasar masyarakat telah terpenuhi secara merata.
Di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang terus berkembang, memastikan akses terhadap air minum yang aman seharusnya tidak lagi menjadi kesenjangan, melainkan menjadi standar dasar yang setara bagi seluruh masyarakat Indonesia.