Harga Plastik Naik, Pramono Minta Warga Jakarta Tak Panic Buying
Menurut Pramono ketersediaan bahan pokok di Jakarta masih aman.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut kondisi inflasi di ibu kota masih terjaga di tengah berbagai laporan kenaikan harga plastik hingga kedelai imbas ketidakpastian global. Oleh sebab itu, dia mengimbau agar masyarakat DKI Jakarta tidak panik.
“Mengenai beberapa apa ada kenaikan, tapi di Jakarta sampai dengan hari ini kami memantau harian, inflasinya masih terjaga dengan baik,” kata Pramono di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).
Ia menyampaikan, masyarakat ibu kota tidak perlu melakukan panic buying. Pasalnya, kata Pramono ketersediaan bahan pokok di wilayah DKI Jakarta masih dalam kondisi aman.
“Sehingga dengan demikian nggak perlu panic buying karena semua kebutuhan utama itu stoknya lebih dari cukup,” ucap dia.
Keluhan Para Pedagang
Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menerima keluhan dari para pedagang saat berkunjung ke Pasar Minggu terkait lonjakan harga plastik yang dinilai memberatkan aktivitas perdagangan di pasar.
Kunjungannya ke Pasar Minggu dilakukan bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso. Pria yang akrab disapa Zulhas ini mengungkapkan kenaikan harga plastik tidak hanya dikeluhkan oleh pedagang di satu lokasi, melainkan terjadi hampir secara merata di berbagai daerah.
“Memang tidak hanya pedagang di sini, hampir semuanya mengeluhkan soal harga plastik. Ini bukan sekadar naik, tapi melonjak,” ujarnya di Pasar Minggu, Sabtu (28/3/2026).
Ia menjelaskan, lonjakan harga tersebut diduga berkaitan dengan kenaikan bahan baku plastik, termasuk biji plastik, yang melonjak signifikan. Faktor harga energi seperti bahan bakar minyak (BBM) juga disebut turut memengaruhi biaya produksi plastik.
Telusuri Penyebab
“Karena saya dengar biji plastiknya juga naiknya luar biasa, karena plastik itu kan dari BBM kan,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Zulhas memastikan pemerintah akan segera melakukan pembahasan khusus untuk menelusuri penyebab lonjakan harga yang dinilai tidak wajar tersebut.
"Nanti tentu kita akan bahas secara khusus, kok bisa tiba-tiba naiknya begitu tinggi. Kita akan undang berbagai pihak yang terkait mengenai biji plastik ini,” ucap dia.