LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Harga Kedelai Meroket, Perajin Tempe Kecilkan Ukuran Agar Tidak Rugi

Kenaikan harga kedelai membuat puluhan perajin tempe di Kampung Tempe, Kedaung, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, merasa tidak berdaya. Mereka berharap pemerintah segera bisa mengendalikan harga bahan baku tempe dan tahu itu.

2021-06-03 16:05:27
Kedelai
Advertisement

Kenaikan harga kedelai membuat puluhan perajin tempe di Kampung Tempe, Kedaung, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, merasa tidak berdaya. Mereka berharap pemerintah segera bisa mengendalikan harga bahan baku tempe dan tahu itu.

Mugiono (45), seorang perajin tempe menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan baku tempe itu telah terjadi sejak sebelum Ramadan. Guna tetap mempertahankan produksinya dia terpaksa meminimalisir penggunaan kedelai untuk hasil tempe yang dia buat.

"Sekarang belanja kedelai satu kuintal itu, Rp1.100.000. Perkilonya menjadi Rp11.000. Ini jelas memberatkan kami para perajin," kata Mugiono di tempat produksi tempe rumahan yang dia jalankan belasan tahun lalu.

Advertisement

Sebelumnya, kata Mugiono harga kedelai mengalami kenaikan dari Rp700 ribuan per kuintal menjadi Rp930 ribu per kuintal, para perajin menjerit bahkan sampai melakukan aksi mogok produksi.

"Seingat saya dari sebelum Ramadan sampai sekarang. Kalau kemarin normalnya Rp800 ribu, terus ada kenaikan Rp50 ribu tapi kan pada demo. Tapi bukannya turun malah makin naik sampai Rp900.000 sampai sekarang Rp1.100.000," terang dia.

Untuk itu, agar dapur usahanya tetap berjalan, Mugiono memperkecil ukuran tempe, agar produksi dan penjualan tempe bisa tetap dia lakukan.

Advertisement

"Istilahnya kita kecilin. Biasanya yang potong kita pendekin, yang pakai kotak biasanya pakai plastik ukuran 12 sentimeter, kita pakai ukuran 11 sentimeter," kata dia.

Dia dan sejumlah perajin tempe lainnya di Kampung Tempe Tangsel, meminta pemerintah segera melakukan upaya nyata untuk menurunkan kembali harga kedelai di pasaran.

"Kasihan masyarakat juga, kalau apa-apa serba mahal. Lagi pandemi banyak orang susah, sedangkan tempe juga sangat digemari masyarakat," ungkapnya.

Baca juga:
Harga Kedelai Turun, Pemerintah Minta Perajin Tahu dan Tempe Kembali Produksi
Harga Kedelai Mahal, Pengusaha Tempe di Serang Lakukan Hal Ini agar Tetap Produksi
Gakoptindo Tolak Aksi Mogok Produksi Tahu dan Tempe Meski Harga Kedelai Mahal
Besok, Pedagang Tahu-Tempe se-Tasikmalaya Mogok Jualan
Kenaikan Harga Kedelai Dunia
Pedagang Warteg 'Menjerit' Harga Tempe Sudah Makin Mahal Rp3.000

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.